Jokowi Bakal Sulit Dikalahkan, Sederhana tapi Dahsyat

Presiden Jokowi dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Kemenlu,, Jumat (1/5/2018). Foto: KSPgoid

Presiden Jokowi dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Kemenlu,, Jumat (1/5/2018). Foto: KSPgoid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jelang Pilpres 2019 mendatang, Jokowi masih digadang-gadang sebagai yang terkuat untuk memenangi pesta demokrasi terbesar di Indonesia itu.

Hal itu didasarkan pada hasil survei sejumlah lembaga survei independen yang selalu menempatkan calon petahana itu sebagai yang terkuat.

Sedangkan pesaing terdekatnya, masih dipegang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ternyata Ada yang Tak Ingin Jokowi Ketemu Amien Rais, Siapa?

Nah, ada syarat yang harus dilakuakan Joko Widodo jika ia ingin melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua nanti.

Yakni, cermat dan tepat dalam memilih pendampingnya.

Sebab diyakini, sosok cawapres yang tepat, akan membuat posisinya bakal sulit dikalahkan.

Ditanya Kapan Temui Amien Rais, Jawaban Jokowi Penuh Misteri

Sebaliknya, jika salah memilih, maka akan berakibat sangat fatal.

Demikian disampaikan Peneliti senior dari Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/6/2018).

Karena itu, ingat Karyono, agar mantan Gubernur DKI Jakarta itu sangat selektif dalam memilih figur cawapres dari kalangan partai politik.

“Jokowi ke Rakyat aja Disamperin, Apalagi ke Amien Rais”

“Kalau mau mengambil cawapres non parpol harus dipastikan dulu dukungan dari partai politik koalisinya,” katanya.

Hal itu, jelas Karyono, akan sangat berpengaruh pada soliditas koalisi pengusungnya.

“Kalau masih ada (parapol pendukung) yang ragu-ragu, apalagi jelas menolak, lebih baik jangan. Sebab ini bisa menimbulkan potensi perpecahan,” bebernya.

PDIP Ketar-ketir Jokowi Dipengaruhi Amien Rais, Diplomasinya Kelas Atas!

Karyono menjelaskan, dukungan dan soliditas dari parpol pendukung itu berarti sangat besar dan penting.

Tujuannya, tidak lain agar kekuatan pemerintah di parlemen nantinya tidak gampang ‘digoyang’.

“Bila dukungannya tidak bulat, maka bisa bermasalah selama perjalanan, bisa memperlemah posisi Pemerintah di Parlemen,” tandasnya.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(rus/rm/ruh/pojoksatu)




loading...

Feedss

Wapres JK

Elektabilitas JK Lemah untuk Nyapres

POJOKSATU.id – Posisi Wakil Presiden RI yang disandang oleh Muhammad Jusuf Kalla ternyata sama sekali tak bisa mendongkrak tingkat elektabilitas putra …