Eggy Sudjana Beberkan Deretan Kepanikan Jokowi Soal #GantiPresiden2019

Eggy Sudjana. Foto RMOL

Eggy Sudjana. Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Belakangan tagar #GantiPresiden2019 marak di media sosial. Polemik pro dan kontra pun menyeruak berkenaan dengan tagar yang digaungkan kubu kontra Joko Widodo itu.

Tak sedikit menyebut, gerakan tersebut melanggar hukum dan menciderai demokrasi.

Namun, hal itu dibantah keras Penasihat Presidium Alumni 212 Eggy Sudjana.

Menurutnya, gerakan #GantiPresiden2019 itu sama halnya dengan gerakan pendukung Jokowi yang menginginkannya memimpin Indonesia dua periode.

Pembagian Sertifikat Tanah Joko Widodo Adalah Benar Kebohongan!

Demikian diungkap Eggy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/4/2018).

“Dalam prespektif hukum, tagar ganti presiden adalah sah secara konstitusional, sama halnya mereka yang ingin Jokowi dua periode,” tegasnya.

Justru, advokat itu mempertanyakan pihak-pihak yang menganggap tagar tersebut melanggar hukum.

“Mengapa boleh berkoar presiden dua periode? Terus kita bikin tagar ganti presiden kok sewot? Nggak boleh dong, ini kan demokrasi,” lanjutnya.

Kata Siapa Jokowi Bisa Kalahkan Prabowo dengan Mudah?

Eggy menyebut, dalam perspektif hukum kontetasi adalah hak. Yakni hak untuk memilih atau dipilih.

“Kalaupun saya nggak milih dia, bahkan saya anti dia, boleh juga. Sepanjang koridor hukum tidak anarkis,” jelasnya.

“Di dalam prespektif hukum itu clear sudah, bahwa tagar ganti presiden sah,” lanjutnya.

Menurut Eggy, kesewotan Jokowi justru menunjukan ia panik menghadapi realitas politik bahwa banyak masyarakat yang meninginkan dia diganti.

Demi Naikkan Elektabilitas, Prabowo akan Muter-muter

“Itu bahasa hati nurani yang terdalam, diungkap bahwa dia panik,” katanya.

“Banyak pengen diganti, sementara orang pengennya dua periode dari kelompok dia kok ternyata banyak yang pengen ganti dia. Itu bahasa kepanikannya secara politik,” papar dia.



loading...

Feedss