Fahri Hamzah-Fadli Zon Capres-Cawapres Pilpres 2019, Pengamat: Gak Ada Lelucon Lain?

Ahmad Dhani tertawa puas bersama Fadli Zon dan Fahri Hamzah, diduga foto ini diunggah terkait kemenangan Anies-Sandi. Foto Instagram

Ahmad Dhani tertawa puas bersama Fadli Zon dan Fahri Hamzah, diduga foto ini diunggah terkait kemenangan Anies-Sandi. Foto Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pilpres 2019 sudah di depan mata. Diyakini, Joko Widodo (Jokowi) akan kembali bertemu dengan Prabowo Subianto, mengulang Pilpres 2014 lalu.

Menariknya, adalah nama-nama sekali kedua tokoh tersebut yang kemungkinan bakal ikut meramaikan Pilpres 2019.

Sebutlah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono.

Atau Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar sampai dengan mantan Presiden PKS Anis Matta.

Di luar nama-nama tersebut, nama duo Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon juga disebut-sebut memiliki peluang.

Prabowo Bisa jadi Cawapres Jokowi, tapi Ada Syaratnya

Bahkan, ada pula pihak yang coba ‘menawarkan’ duet Fahri-Fadli sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengakui, popularitas Fadli Zon dan Fahri Hamzah memang cukup mumpuni.

Pertanyaannya, apakah kepopulerasn itu cukup dan bisa jadi modal keduanya maju berpasangan sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019 nanti?

“Pengandaiannya terlalu berlebihan,” ujar Adi, Minggu (18/2/2018).

Bahkan, Adi menyebut duet Fahri-Fadli itu pun tak pantas untuk dijadikan lelucon sekalipun.

Survei Terbaru Poltracking, Siapapun Lawan Jokowi Pasti Keok

“Jika ingin lelucon dalam politik, bukan duet Fahri dan Fadli di Pilpres 2019. Masih banyak lelucon lain yang lebih fresh,” ucapnya.

Senada, pengajar dari Universitas Mercu Buana Maksimus Ramses Lalongkoe pun berpendapat demikian.

Ramses menilai, sangat sulit bagi Fahri maupun Fadli untuk maju sebagai capres maupun cawapres dengan didukung partai politik.

Pasalnya, Fahri yang merupakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, tengah bermasalah dengan partainya.

Bahkan permasalahan Fahri dan PKS itu sampai bergulir hingga ke meja hijau setelah partai berlambang padi dan bulan sabit kembar tersebut menyatakan memecat Fahri.

Survei Terbaru Poltracking Indonesia, Joko Widodo tak Terbendung, Prabowo Merayap

Sementara Fadli, disebutnya tidak akan mungkin bisa melangkahi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini kemungkinan bakal tetap setia mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut sebagai capres dari Gerindra.

Satu-satunya jalur yang bisa ditempung keduanya adalah memilih berangkat dari jalur independen alias non parpol yang masih memiliki kemungkinan.

“Tapi kalau diusung partai, sepertinya enggak mungkin,” pungkas Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia itu.

Sementara, pengamat politik Ujang Komarudin menilai kans Jokowi menggandeng Prabowo di Pilpres 2019 tetap terbuka lebar.

Ada Kemungkinan Joko Widodo Duet dengan Prabowo di Pilpres 2019, Apa yang Terjadi?

Menurutnya, wacana tersebut dalam dunia politik tentu saja selalu memiliki kemungkinan.

“Alasannya sederhana. Di politik tak ada yang tak mungkin,” ungkap Ujang, Minggu (18/2/2018).

Nah, alasan lain yang mendasari kemungkinan kedua tokoh kuat itu bergandengan adalah untuk mengembalikan ‘perpecahan’.

“Bisa saja Jokowi dan Prabowo berpasangan sebagai bagian rekonsiliasi nasional dan agar masyarakat tidak terpecah,” lanjutnya.

Ujang menambahkan, kalaupun nantinya Prabowo mau menjadi capes Jokowi, ia yakin mantan menantu Presiden kedua RI itu ditinggalkan pemilihnya.

Survei Indo Barometer, Joko Widodo Digdaya Diancam Prabowo yang Menggeliat

“Pendukung Prabowo tidak akan mengalihkan dukungan ke calon lain jika mantan suami Titiek Soeharto itu berpasangan dengan Jokowi,” yakinnya.

Akan tetapi, sambungnya, kemungkinan keduanya bersatu itu masih sangat bergantung pada dinamika politik.

Terutama saat menjelang pendaftaran pasangan calon presiden pada Agustus 2018 mendatang.

Survei Indo Barometer, Joko Widodo Melejit, Gatot Nurmantyo Kuda Hitam, Prabowo?

“Jika tren elektabilitas Presiden Jokowi makin kuat, bisa saja Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi,” hematnya.

Akan tetapi, jika yang terjadi kemudian pamor Ketua Umum Partai Gerindra itu menanjak, kemungkinan maju kembali sebagai capres juga menguat.

“Kalau tren elektabilitas Prabowo naik, bukan tak mungkin akan maju sebagai calon presiden kembali,” ucap Ujang.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(gir/jpnn/ruh/pojoksatu)



loading...

Feedss