PDIP Tabuh Gendang Perang ke Bima Arya, Ini Penyebabnya

Bima Arya (kanan) dan Dadang Danubrata

Bima Arya (kanan) dan Dadang Danubrata

POJOKSATU.id, BOGOR – Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata gagal mendampingi calon incumbent Bima Arya Sugiarto dalam pemilihan Walikota Bogor 2018 mendatang.

Padahal PDIP adalah partai yang dalam dua minggu terakhir paling intensif melakukan lobi politik ke DPP PAN.

Bahkan seminggu ini beredar kabar bahwa Bima Arya telah memilih Dadang Danubrata sebagai calon wakilnya.

Deklarasi koalisi PDIP-PAN dengan pasangan Bima-Dadang pun sudah direncanakan pada Minggu 17 Desember 2017, bertepatan dengan hari ulang tahun Bima Arya.

Tetapi rencana itu dikabarkan batal lantaran pada Rabu pagi (13/12), PAN mengabarkan penolakannya berkoalisi dengan PDIP.

Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais tak berkenan jika Bima Arya bersanding dengan kader partai besutan Megawati Soekarnoputri.

Keputusan PAN membuat PDIP berang. DPC PDIP kemudian menggelar rapat pada Rabu malam (14/12). Rapat dihadiri pengurus DPC dan tiga kandidat bakal calon dari PDIP, yakni Dadang Danubrata, Sugeng Teguh Santoso, dan Tedy Risansdi.

PDIP Perjuangan Kota Bogor

Dadang Danubrata memimpin rapat pengurus DPC PDIP Kota Bogor, Rabu malam (14/12)

Rapat tersebut memutuskan PDIP akan bersatu melawan Petahana. Partai berlambang banteng moncong putih itu pun langsung menabuh genderang perang ke Bima Arya.

Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Iskandar mengakui menggelar rapat pleno bersama pengurus DPC dan bakal calon walikota dari PDIP, tadi malam.

“Semua pengurus DPC yang hadir sepakat kita akan melawan Petahana dalam Pilkada Kota Bogor jika tidak jadi koalisi dengan PAN. Kita tidak mau hanya jadi partai pendukung Petahana saja,” tegas Dadang dalam keterangan tetulisnya yang diterima pojoksatu.id, Kamis (15/12).

BACA: Bima Arya Gagal Pilih Dadang Danubrata, PDIP Siap Melawan Petahana

Dalam rapat tersebut, semua calon yang mendaftar ke PDIP, yakni Dadang, Sugeng, dan Teddy juga menyatakan siap dan sanggup serta sepakat bersatu untuk melawan Petahana Bima Arya.

“Keputusan ini dibuat untuk mempersiapkan dan mengantisipasi situasi apabila patahana memutuskan tidak jadi berkoalisi dengan PDI Perjuangan dengan alasan apa pun,” imbuhnya.

Dikatakan Dadang, sebagai partai besar, PDIP yakin bisa menang di Kota Bogor karena semua elemen partai bersatu.

BACA: Sugeng: Sejak Awal Saya Usulkan Dadang F1, Saya F2

Selain itu, lanjut Dadang, DPD dan DPP PDIP serta Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan diyakini tidak akan rela melepaskan kemenangan di Kota Bogor. Terlebih, Jokowi setiap hari ada di Kota Bogor.

“Yang pasti PDI Perjuangan tidak gentar dan siap melawan Petahana jika memang patahana atau PAN memutuskan tidak jadi koalisi dengan PDI Perjuangan,” ucap Dadang.

Menurut Dadang, hasil pleno ini dikirimkan ke DPD PDIP untuk segera diputuskan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh selanjutnya oleh partai mengenai siapa calon yang akan dimajukan dan akan koalisi dengan partai apa saja.

(one/pojoksatu)


Feeds