Tak Pikirkan Rekomendasi, Dedi Mulyadi Fokus Naikan Elektabilitas Golkar

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dikerumuni para kader Golkar , usai Diskusi bertajuk ‘Tanda Cinta dari Orang Desa untuk Partai Golongan Karya” di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Selasa (14/11).

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dikerumuni para kader Golkar , usai Diskusi bertajuk ‘Tanda Cinta dari Orang Desa untuk Partai Golongan Karya” di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Selasa (14/11).

POJOKSATU,id-Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak memikirkan rekomendasi partainya yang telah mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil, berpasangan dengan Anggota DPR RI Daniel Muttaqien pada Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang.

Pria yang lekat dengan peci hitam khas Bung Karno lengkap dengan lambang Garuda itu mengatakan, dirinya lebih fokus menaikkan elektabilitas partai yang dipimpinnya di Jawa Barat tersebut.

“Perjuangan kita sebagai kader masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan perjuangan Bang Akbar Tandjung saat menjaga Partai Golkar dari ancaman pembubaran saat itu,” ungkapnya dalam Diskusi bertajuk ‘Tanda Cinta dari Orang Desa untuk Partai Golongan Karya” di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Selasa (14/11).

Kondisi partai besutan Setya Novanto tersebut menurut Dedi, membutuhkan energi besar untuk mengkonsolidasikan diri menjelang berbagai kontestasi politik ke depan.

Tujuannya, kata dia, bukan untuk mengejar jabatan dan kekuasaan melainkan untuk mengamalkan doktrin karya dan kekaryaan yang menjadi ideologi dasar partai tersebut.

“Sejak kemarin banyak pernyataan berseliweran di media bahwa Dedi Mulyadi tidak akan meninggalkan Partai Golkar. Ya memang saya mau kemana?, saya tetap bersama kader. Saya memahami keadaan yang ada, tetapi justru kondisi ini semakin menguatkan hubungan kader dengan saya. Ingat, politik bukan soal nama dalam daftar Pileg, bukan soal rekomendasi Bupati/Walikota dan Gubernur. Tetapi soal pengamalan doktrin karya dan kekaryaan,” jelasnya.

Senada dengan Dedi, CEO PolMark Eep Saefullah Fatah dalam paparannya menjelaskan bahwa selama ini Partai Golkar berhasil bertahan dan tumbuh murni atas kinerja kader arus bawah.



loading...

Feedss

ANALYST MEETING : Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan bersama jajaran Direksi saat Analyst Meeting Q1-2018 di Glass House, Hotel Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (20/4).Triwulan I Tahun 2018 bank bjb berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp.110,8 Triliun atau tumbuh sebesar 13% year on year. (FOTO : bank bjb)

Aset Bank Bjb Tembus Rp 110,8 T

"Total kenaikan kredit korporasi dan komersial ini sebagian besar merupakan kredit-kredit yang bersumber dari proyek pemerintah (APBD/APBN) serta kredit lain …