Gila, Anggota Hacker Pembobol 44 Negara Asal Surabaya Punya 707 Anggota!

Hacker asal Surabaya ditangkap FBI bersama Polda Metro Jaya

Hacker asal Surabaya ditangkap FBI bersama Polda Metro Jaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kelompok hacker asal Surabaya yang menyebut dirinya Surabaya Black Hat (SBH) ternyata memiliki anggota yang tak sedikit.

Berdasarkan penyelidikan polisi, SBH memiliki anggota sebanyak 707 anggota.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/3/2018).

“Kelompok hacker SBH ini memiliki 707 anggota. Itu yang terdaftar di forum yang ada di aplikasi media sosial,” ungkap Argo.

Gila, Tiga Hacker Asal Surabaya Bobol 44 Negara!

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengembangan.

Hal itu untuk mengetahui apakah SBH sudah melakukan kejahatan dan akses ilegal terhadao sebuah sistem atau tidak.

“Dari hasil penyelidikan, sejauh ini ada enam member SBH yang melakukan peretasan di dunia maya,” jelasnya.

Diketahui, ketiga pelaku SBH itu berstatus mahasiswa Surabaya adalah Katon Primadi Sasmitha (21), Nizar Ananta (21), dan Arnold Triwardhana Panggau (21).

Peretas Website 44 Negara Ditangkap FBI, Ternyata Mahasiswa Surabaya

Ketiganya selama ini sudah lebih dari 800 kali membobol website di 44 negara termasuk Indonesia hingga membuat FBI sampai turun tangan.

Tidak hanya itu, mereka juga telah merusak website atau sistem elektronik sebanyak 3.000 sistem.

Salah satunya adalah sistem pemerintahan Amerika Serikat.

Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu menyatakan, pengakuan tersangka, lanjut Roberto,tindakan mereka merupakan hal yang lumrah.

Mahasiswa Pembobol Situs 44 Negara Asal Surabaya Itu Pelaku Pedofil

Mereka berdalih untuk melakukan penetration testing, yakni menguji apakah ada kelemahan di dalam web tersebut. Akan tetapi menurut Roberti itu adalah tindakan illegal.

“Melakukan penetration itu harus ada izinnya. Apakah pemilik web menyetujuinya atau tidak,” ungkap Roberto.

Melalui aksi bobol-membobol sistem itu, SBH mendapat keuntungan hingga Rp200 juta per orang.

Fakta 3 Mahasiswa Surabaya Bobol 44 Negara, FBI Turun Tangan

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 29 ayat 2 jo pasal 45B, pasal 30 jo pasal 46, pasal 32 jo pasal 48 Undang-Undang RI No. 19 Tahin 2016 tentang perubahan UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman 8 sampai 12 tahun masa tahanan.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(ruh/pojoksatu)



loading...

Feedss