Usai Bunuh Pacar Lantaran Anunya Kecil, Jhon Pergoki Istri Selingkuh

Jhonny Setiawan ditangkap usai membunuh Vera. Foto Firdausi/pojokatu.id

Jhonny Setiawan ditangkap usai membunuh Vera. Foto Firdausi/pojokatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi mengungkap fakta baru pembunuhan juragan bakmi, Vera Yusmita Sumarna (42). Vera dibunuh oleh selingkuhannya, Jhonny Setiawan (36).

Jhonny mengaku membunuh Vera karena sakit hati disebut lemah di ranjang. Ia juga tersinggung lantaran ukuran kelaminnya (maaf) dibanding-bandingkan dengan mantan pacar Vera.

Setelah membunuh Vera, pria yang akrab disapa Jhon itu pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, Jhon memergoki istrinya selingkuh dengan pria lain.

“Pelaku melihat di dalam kamar terdapat istri dan laki-laki selingkuhannya,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Nico Afinta kepada wartawan, Rabu (120/9/2017).

Melihat istrinya selingkuh, Jhon naik pitam. Ia langsung memukul laki-laki selingkuhan istrinya menggunakan pengasah pisau. Ia juga memukull istirnya.

Selingkuhan istri Jhon melawan hingga terjadi perkelahian hebat. Istri Jhon dan selingkuhannya mengalami luka-luka.

“Masalahnya memang pelik. Si pelaku ini menjalin hubungan dengan bosnya (Vera) sudah setahun. Mereka selingkuh. Lalu istri pelaku juga selingkuh,” tambah Nico.

Setelah menganiaya istri dan pria selingkuhannya, Jhon langsung kabur ke tempat sepupunya di Kotabumi, Tangerang. Di sana, Jhon meminta sejumlah uang, lalu melarikan diri ke pondok pesantren di Tenjo, Tangerang.

Sebelumnya, Jhon membunuh Vera yang tak lain adalah bos sekaligus selingkuhannya. Jhon menghabisi Vera di rumah kontrakannya di Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu malam (16/9/2017).

Jhon membunuh Vera karena tersinggung disebut lemah di ranjang. Ia juga sakit hati lantaran ukuran kelaminnya dibanding-bandingkan dengan mantan pacar Vera.

“Saya tersinggung dia bilang punya gua beda sama mantannya. Punya mantan-mantanya lebih gede,” kata Jhonny di ruang Ditreskrimum, Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/9/2017).

Jhon menceritakan, pembunuhan berawal saat dia pergi membeli makanan bersama Vera. Setelah itu, keduanya pulang ke rumah kontrakannya di Cipondoh, Kota Tangerang.

Setelah makan, Jhon dan Vera melakukan hubungan badan sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah 20 menit, Jhon kembali mengajak Vera berhubungan badan untuk kedua kalinya. Namun Vera menolak. Vera menyebut kelamin Jhon kecil dan tidak kuat.

Tak hanya itu, Vera juga membandingkan kelamin Jhon dengan mantan kekasihnya. Katanya, kelamin mantan Vera lebih gede dan kuat di ranjang.

“Lu mau nambah? Gimana mau nambah lagi? Punya lu aja nggak bisa bangun lagi. Nggak kuat. Lu mah beda sama mantan-mantan gua. Punya mantan gue lebih gede,” kata Jhon menirukan perkataan Vera saat itu.

Mendengar ucapan Vera, Jhon kalap. Ia merasa terhina dan sakit hati. Jhon lantas mendorong Vera. Namun Vera membalasnya dengan memukul Jhon.

Jhon kemudian berdiri dan pergi ke dapur mengambil pisau. Selanjutnya, Jhon mendatangi Vera dan menusuk leher pemilik kedai bakmi itu sebanyak dua kali.

Tak hanya itu, Jhon juga mengikat tangan Vera dan menyumpal mulutnya. Selanjutnya, Jhon membersihkan diri dengan mandi di kontrakannya. Setelah memastikan Vera tewas, Jhon melarikan diri.

“Saya kabur ke tempat sepupu di Kotabumi Tangerang. Naik motornya Vera. Tapi motornya saya tinggal di Indomaret depan Polres Tangerang,” tambah Jhon.

Jhon berhasil diringkus di Pondok Pesantren di Tenjo, Tangerang, Senin (19/9/2017) pukul 22.30. Ia dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(Fir/one/pojoksatu)


Feeds