Hati-hati! Ada Sindikat Perampokan Nyamar Jadi Ojek Online

Kasubdit VI Polda Metro Jaya Antonius Agus menunjukkan barang bukti perampokan modus nyamar ojek online. Foto: Firdausi/pojoksatu

Kasubdit VI Polda Metro Jaya Antonius Agus menunjukkan barang bukti perampokan modus nyamar ojek online. Foto: Firdausi/pojoksatu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kasubdit enam Polda Metro Jaya Antonius Agus berhasil menangkap dua tersangka kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan menyamar sebagai ojek online.

Sindikat pelaku perompokan itu sendiri kerap menyasar pengendara kendaraan roda empat sebagai korbannya.

Dua pelaku tersebut yakni Aprianto alias Bento (27) dan Agun Narto alias Agun (28).

Antinus menuturkan, keduanya selama ini beraksi dengan modus membuat kempes ban calon korbannya. Caranya, dengan menempel paku pada sepatu pelaku.

“Ada yang berperan menempel paku pada sepatu, lalu menempelkannya di ban belakang calon korbannya. Pelaku pakai sepatu khusus ya,” jelas Antinus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/9).

Menurut Antonius, selain modus tempel paku, para pelaku juga kerap menyamar jadi tukang ojek online.

“Saat di jalan pelaku menempel sepatu yang sudah ditaruhi paku. Saat korban jalan, otomatis paku akan nempel di mobil korban pakunya,” beber Antonius.

Antonius menyebut, setelah membuntuti korban, pelaku berpura-pura menjadi tukang ojek online.

“Ada yang pura-pura bantu dan menanyakan untuk mengalihkan perhatian agar korban turun,” urai dia.

Saat korban lengah, ada pelaku lain yang mengeksekusi mobil korban.

“Karena korban turun saat pintunya gak terkunci. Itulah kesempatan pelaku menguras harta korbannya di dalam mobil,” jelasnya.




loading...

Feedss