Women On Top Beresiko Tinggi Menyebabkan Anunya Pria Patah

POJOKSATU,id-Peristiwa patahnya penis milik salah seorang pria asal Medan setelah berhubungan intim dengan istrinya, secara medis bisa terjadi.
Penis patah dapat dialami oleh kaum lelaki jika ada trauma pada penis yang sedang ereksi.

Dikutip dari laman www.alodokter.com, selama ereksi, penis membesar karena dialiri oleh darah. Jika penis yang sedang ereksi tersebut dibengkokkan secara paksa atau tiba-tiba, selaput yang bernama tunica albuginea pun akan putus.

Tunica albuginea adalah jaringan fibrosa atau fascia yang sangat kuat. Fungsinya yaitu membungkus dan melindungi corpus cavernosum (bagian dari penis yang membesar akibat aliran darah dan bertangung jawab akan terjadinya ereksi). Sayangnya, jaringan ini menjadi paling rentan ketika penis sedang ereksi karena dapat membentang dan menipis hingga sepersepuluh dari ketebalan normal.

Nah jika tunica albuginea putus, darah pun akan bocor ke sekitar penis. Lelaki yang penisnya patah akan mendengar suara retakan diikuti dengan nyeri yang parah. Penis pun kemudian menjadi memar, membengkak sehingga bentuk penis seperti tidak wajar, dan tidak bisa ereksi.

Putusnya tunica albuginea juga dapat memengaruhi uretra (saluran keluar urine) dan corpus spongiosum, yaitu jaringan spons yang menyelubungi dan menutup uretra saat ejakulasi. Ini membuat darah kemungkinan akan terlihat pada pembukaan kemih penis.

BACA : Heboh! Isteri Keasyikan Goyang sampai Anunya Suami Patah

Lalu apa penyebab penis patah? Penis patah paling sering terjadi ketika sedang melakukan hubungan seksual. Namun tak jarang pula akibat masturbasi yang terlalu agresif atau sebab lainnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa posisi bercinta woman-on-top atau wanita berada di atas menjadi risiko terbesar penis patah. Dalam posisi ini, wanita biasanya menumpukkan seluruh berat tubuhnya pada penis yang sedang ereksi dan mengontrol gerakan.

Sayangnya, dia tidak sadar saat posisi penetrasi penis tidak wajar dan tidak merasakan sakit apa pun ketika penis tertekuk. Jika pria yang mengendalikan gerakan, ia bisa menghentikan penetrasi jika mengalami rasa sakit.

Selain posisi tersebut, posisi seksual yang agresif atau seks akrobatik juga berisiko membuat penis menjadi patah. Penis patah juga bisa terjadi jika penis menabrak tulang kemaluan wanita dengan gerakan cepat.


Feeds