Negara-Negera OKI Marah, Bersatu Melawan Keputusan Trump. Ini Ancamannya!

Pimpinan dari negara-negara anggota OKI foto bersama pada acara  KTT Luar Biasa yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada Rabu (13/12).

Pimpinan dari negara-negara anggota OKI foto bersama pada acara KTT Luar Biasa yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada Rabu (13/12).

POJOKSATU,id-Pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel, membuat negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), berang.

Merekapun menggelar KTT Luar Biasa yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada Rabu (13/12). KTT dihadiri oleh lebih dari 20 kepala negara.

Arab Saudi, yang merupakan markas OKI, hanya mengirim seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri, sementara mayoritas mengutus Menteri Luar Negeri mereka.

Hasil dari KTT itu, OKI menolak pengakuan sepihak Amerika Serikat bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

Dalam KTT Luar Biasa itu, para pemimpin OKI menyerukan seluruh negara untuk mengakui Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya yang tengah diduduki.

Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo saat menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Istanbul Turki, Rabu (13/12).

Seperti dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (14/12), OKI menambahkan bahwa 57 negara anggotanya tetap berkomitmen atas perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara.

OKI mendesak PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel atas Palestina dan menyatakan bahwa pemerintahan Trump bertanggung jawab untuk semua konsekuensi bila keputusan ilegalnya tidak dicabut.

“Bagi kami deklarasi (Trump) berbahaya, yang bertujuan untuk mengubah status hukum kota (Yerusalem), tidak sah dan tidak memiliki legitimasi,” ujar OKI dalam pernyataan bersamanya.

Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera mengatakan bahwa KTT Luar Biasa OKI di Istanbul menyoroti bahwa rakyat Palestina, warga Arab dan muslim terus berkomitmen pada perdamaian.

“Sekarang, negara-negara muslim dengan bersekutu bersama Palestina mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina,” terang Bishara.

“Dan negara-negara Islam tersebut siap untuk menghukum setiap negara yang mengikuti jejak Amerika Serikat dalam hal mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal OKI Yousef al-Othaimeen dalam KTT di Istanbul menyatakan menolak keputusan Amerika Serikat dan mendesak para pemimpin muslim untuk bersatu dalam memberikan respons terhadap pengakuan Yerusalem oleh Trump.

“OKI menolak dan mengutuk keputusan Amerika Serikat. Itu adalah pelanggaran hukum internasional dan ini memprovokasi perasaan umat muslim sedunia. Ini akan menciptakan ketidakstabilan di kawasan dan di dunia,” terang Sekjen OKI itu.

(ysp/pojoksatu)


Feeds