Trump Beri Restu Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Pemimpin Arab Kebakaran Jenggot

Kota Yerusalem (Foto: Reuters)

Kota Yerusalem (Foto: Reuters)

POJOKSATU.id, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump secara sepihak akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata pejabat pemerintah senior.

Dilansir BBC, Rabu (6/12/2017) Trump menyampaikan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota menjelang pidato pada hari ini.

Pejabat gedung putih menambahkan kendati Yerusalem sebagai ibukota namun Trump tidak akan segera memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun, batas-batas spesifik kota akan tetap tunduk pada kesepakatan status akhir, kata pejabat tersebut. Status tempat suci tidak akan terpengaruh.

Pejabat administrasi Trump mengatakan bahwa mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel merupakan sebuah kenyataan, kata presiden.

Trump juga akan mengarahkan departemen negara bagian untuk memulai proses memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem – tapi ini bisa memakan waktu beberapa tahun.

Pejabat AS menambahkan bahwa presiden akan menandatangani pengabaian reguler yang menghalangi langkah kedutaan tersebut dari Tel Aviv ke Yerusalem sampai gedung baru selesai dibangun.

Menjelang pengumuman resminya, Trump menelpon beberapa pemimpin daerah untuk memberi tahu mereka bahwa dia bermaksud memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan Trump tersebut disinyalir menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak.

Para pemimpin Arab sebelumnya memperingatkan agar tidak memindahkan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem.

Mereka mengatakan bahwa ini akan menjadi “provokasi yang mencolok bagi umat Islam”.

Status Yerusalem – tempat suci bagi orang Israel dan Palestina – sangat diperdebatkan.

Israel selalu menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya, sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota sebuah negara Palestina masa depan.

Dalam mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, AS menjadi negara pertama yang melakukannya sejak berdirinya negara bagian pada tahun 1948.

(mia/pojoksatu)




loading...

Feedss