Tak Akui Rohingya, Panglima Militer Myanmar: Mereka Bukan Pribumi!

Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing (Foto: Washington Post)

Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing (Foto: Washington Post)

POJOKSATU.id, YANGON РPanglima Militer Myanmar Jendal Min Aung Hlaing dengan tegas mengatakan Muslim Rohingya bukan warga asli Myanmar.

Bahkan dia sama sekali tidak menanggapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan militer Myanmar saat bertemua dubes Amerika Serikat.

Dalam halaman Facebook-nya, Min Aung Hlaing menuduh media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri.

Sebaliknya Kantor HAM PBB menyebut pasukan Myanmar secara brutal mengusir setengah juta orang Rohingya dari negara bagian Rakhine.

PBB juga mengklaim pasukan Myanmar membakar rumah-rumah, hasil panen dan desa-desa untuk mencegah mereka kembali.

Menurut seorang pejabat Myanmar, orang-orang pergi tetapi bukan karena kelaparan dan intimidasi.

Min Aung Hlaing memberikan laporannya tentang krisis pengungsi Rohingya, kepada delegasi berbagai negara dalam pertemuan dengan Dubes AS Scot Marciel.

Jenderal ini adalah orang paling kuat di Myanmar yang mayoritas penduduknya menganut Buddha dan sikapnya yang tak mengenal kompromi.

Min Aung Hlaing yang menyebut Rohingya dengan “Bengali” mengatakan kolonialis Inggris bertanggung jawab atas masalah itu.

“Orang-orang Bengali tidak dibawa ke negeri ini oleh Myanmar, tetapi oleh kaum kolonialis,” kata dia kepada Marciel. “Mereka bukan pribumi.”

Serangan terkordinasi oleh pemberontak Rohingya ke 30 pos keamanan pada 25 Agustus memicu balasan brutal militer.

Kantor HAM PBB mengatakan, hasil wawancara dengan 65 orang pengungsi Rohingya mengatakan operasi militer sudah berlangsung sebelum peristiwa 25 Agustus.

Mereka bahkan dibunuh, disiksa dan diperkosa dari wanita hingga anak-anak menjadi korban kekerasan militer Myanamar, demikian Reuters.

(mia/pojoksatu)


Feeds