Hubungan dengan AS Kendor, Turki Gabung dengan Rusia dan Iran

Pasukan Turki terlihat mendarat di Provinsi Idlib, Suriah, Kamis (12/10/2017), (Foto: AFP)

Pasukan Turki terlihat mendarat di Provinsi Idlib, Suriah, Kamis (12/10/2017), (Foto: AFP)

POJOKSATU.id, DAMASKUS – Turki mulai membentuk posisi observasi dengan Rusia dan Iran di Suriah, ditengah hubungan dengan AS yang semakin kendor.

Seperti dikutip Daily Mail, Jumat (13/10/2017) pasukan Turki sudah memasuki provinsi Idlib di Suriah pada hari Kamis untuk menampung milisi Kurdi.

Hal tersebut disampaikan oleh pemberontak senior yang terlibat dalam operasi tersebut mengatakan pada hari Jumat dini hari.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu (7/10/2017) bahwa Turki sedang melakukan ‘operasi serius’ dengan kelompok pemberontak Kurdi.

Erdogan kemudian melontarkan kritiknya terhadap Amerika Serikat pada Kamis lalu menyebutAmerika Serikat mendukung pejuang Kurdi di Suriah.

Dia menuduh Amerika Serikat memberikan ‘senjata secara gratis ke organisasi teror’, merujuk pada YPG Kurdi, sekutu penting AS dalam perang melawan ISIS.

Kritik ini justru memperburuk hubungan yang sudah melemah antara Turki dan Amerika Serikat.

Ketegangan kembali meningkat menyusul penangkapan Metin Topuz, seorang warga negara Turki yang bekerja untuk konsulat AS di Istanbul.

Langkah Turki ke provinsi Idlib dapat dilihat sebagai tanda negara membentuk aliansi melawan Amerika Serikat.


Feeds