Ditengah Krisis Kemanusiaan, Seorang Bayi Lahir di Kamp Pengungsi Rohingya

Seorang bayi pengungsi Rohingya lahir di Bangladesh Rabu, (11/10/2017) (Foto: AFP)

Seorang bayi pengungsi Rohingya lahir di Bangladesh Rabu, (11/10/2017) (Foto: AFP)

POJOKSATU.id, KUTUPALONG РPengungsi Rohingnya melahirkan seorang bayi di sebuah tenda pengungsian militer di Bangladesh, Rabu, (11/10/2017).

Dikutip dari laman, Channel News Asia, Kamis (12/10/2017) bayi laki-laki bernama Mohammed Jubayed lahir ke dunia ditengah kamp pengungsi Rohingya.

Ibu bernama Hasina Aktar dibawa oleh sebuah becak, mengerang kesakikan saat hendak melahirkan persalinan anak keduanya itu.

Dengan bantuan ala kadarnya, ia melahirkan anaknya ditemani oleh ibu mertuanya bernama Fatima, satu-satunya kerabat yang ia miliki.

Seorang tentara bergegas masuk ke dalam tenda, berbalik ke arah Mekkah dan meluncurkan seruan untuk shalat.

Pengungsi Rohingya Melahirkan Seorang Bayi1

Hasina Aktar (Ibu), Mohammed Jubayed (Bayi) lahir di kamp pengungsian rohingya (Foto: AFP)

“Dalam budaya Muslim, sangat penting bahwa kata pertama yang didengar bayi yang baru lahir adalah nama Tuhan,” kata tentara itu, Abdul Khalek, kepada AFP.

PBB mengatakan wanita hamil atau menyusui termasuk satu diantaranya 10 dari 520.000 pengungsi Rohingya yang tiba di Bangladesh dalam enam minggu terakhir.

Pengungsi Rohingya Melahirkan Seorang Bayi2

Seorang bidan tengah menggendong bayi pengungsi Rohingya yang baru lahir, Rabu (11/10/2017) (Foto: AFP)

Banyak ibu hamil telah berjalan berhari-hari untuk mencapai Bangladesh, seringkali tidak mendapat makanan atau air yang memadai.

Pekerja bantuan mengatakan ibu hamil mengalami pendarahan hingga meninggal di kamp-kamp karena melakukan persalinan tanpa bantuan medis.

(mia/pojoksatu)


Feeds