ARSA Umumkan Genjatan Senjata Sebulan, Ini Alasannya

Tentara Penyelematan Arakan Rohingya (ARSA) Foto via youtube

Tentara Penyelematan Arakan Rohingya (ARSA) Foto via youtube

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) memutuskan melakukan gencatan senjata selama sebulan dengan pemerintah Myanmar yang disampaikan dalam akun twitter miliknya.

Genjatan senjata yang dimulai sejak Senin (10/9) kematin itu dilakukan agar bantuan kemanusiaan bisa disalurkan kepada etnis Rohingya.

Sejak pecahnya pertempuran antara ARSA dengan pasukan militer Myanmar di Rakhine 25 Agustus, sekitar 300 ribu lebih warga Rohingya telah tiba di Bangladesh.

Bersama pengumuman itu, ARSA mendesak pemerintah Myanmar membantu korban tanpa melihat latar belakang mereka.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada respons dari pihak militer Myanmar atas imbauan gencatan senjata.

Meski begitu, ARSA yakin ajakan ini akan diterima militer Myanmar.

Sebab, banyak kelompok relawan kemanusiaan di Rakhine menyatakan apa yang dilakukan tentara Myanmar lebih mengarah kepada aksi pembersihan etnis ketimbang operasi militer.

ARSA menyebut, kelompoknya sudah melakukan jalan terbaik untuk membantu para korban khususnya pengungsi Rohingya yang mengungsi tanpa difasilitasi pemerintah.

“ARSA sepenuhnya mendukung semua aktor kemanusiaan yang peduli untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan mereka ke seluruh korban krisis kemanu­siaan, tak peduli latar belakang etnis atau agama selama periode gencatan senjata,” ujar ARSA dalam pernyataannya.

Berita Rekomendasi

Feeds