Divonis 8 Tahun, Patrialis Akbar: untuk Membersihkan Diri

Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor. Foto via jawa pos

Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor. Foto via jawa pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, resmi menjatuhkan vonis kepada Patrialis Akbar degan 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Meski mengaku masih akan pikir-pikir terkait vonis hakim tersebut, ia menyebut hukuman tersebut sebagai takdir Tuhan untuk membersihkan dirinya dari kesalahan-kesalahan masa lalu.

“Saya sebagai manusia yang memiliki keyakinan agama Islam, saya meyakini Allah memberikan kesempatan bagi saya untuk bersihkan diri,” ucapnya usai sidang di Pengadilan Tipikor, Senin (4/9).

Patrialis dianggap bersalah menerima suap dari pengusaha daging Basuki Hariman dan sekretarisnya Ng Fenny lewat rekannya Kamaludin.

Mantan politikus PAN itu terbukti menerima suap US$ 10.000 dan Rp4 juta.

Patrialis Akbar anggap vonisnya untuk membersihkan diri. Foto jawa pos

Patrialis Akbar anggap vonisnya untuk membersihkan diri. Foto jawa pos

Uang suap itu diberikan Basuki dan Ng Fenny lewat Kamaludin, untuk mempengaruhi putusan uji materi materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang pernah ditangani Patrialis di MK.

Patrialis menyatakan, sebagai seorang manusia, dirinya memiliki kesalahan.

Menurut dia, lewat proses hukum ini, dirinya diingatkan oleh Tuhan untuk kembali ke jalan yang ditentukan oleh agama.

“Jadi saya yakini, ini adalah takdir dalam perjalanan hidup saya,” kata Patrialis.


Feeds