Bakal Dipecat Demokrat karena Dukung Jokowi, TGB Pindah ke Golkar

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi membuat heboh dengan menyatakan memberikan dukungannya kepada Jokowi untuk 2 periode kepemimpinan.

Pilihan itu tak hanya membuat gerah umat Islam dan ulama yang tergabung dalam gerakan 212.
Tak kalah gerah adalah Partai Demokrat.

Pasalnya, TGB adalah anggota Majelis Tinggi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di sisi lain, partai berlambang bintang mercy itu sampai saat ini belum menentukan sikap dan dukungannya untuk Pilpres 2019.

Sinyal Cawapres Jokowi, PDIP Minta Parpol Pengusung Gak Kecewa, Nah Loh…

Terbaru, Demokrat juga lebih dekat ke Prabowo dengan menyodorkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketimbang Jokowi.

Dikabarkan, SBY pun sudah menyiapkan sanksi tegas kepada TGB karena telah mendukung calon petahan itu.

Terburu, tersiar kabar bahwa Gubernur Nusa Tenggara Barat itu sudah bersiap jika memang kemudian ia ditendang oleh SBY.

BBM Naik, Joko Widodo Mau 2 Periode itu Halusinasi

Isunya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu bahkan sudah bersiap untuk bergabung dengan Partai Golkar.

Terlebih, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menemui Ketua Umum Partai Demokrat SBY di kediamannya, Selasa (10/7/2018) malam kemarin.

Akan tetapi, kabar kepindahan TGB ke Golkar itu dibantah keras Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan.

Terungkap, Sebelum Dukung Joko Widodo, TGB Gak Ditemui SBY Sejak Mei

“Sama sekali tidak bicara itu,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/7/2018).

Hinca menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu Airlangga hanya ingin bertukar pikiran dengan SBY.

Tidak ada bahasan tentang restu SBY untuk Airlangga, maupun tentang kepindahan TGB ke Golkar.

Disebut jadi Cawapres Pas untuk Joko Widodo, TGB: Alhamdulilah

“Enggak bahas itu semua,” tegasnya.

Sebelumnya, TGB sendiri mengaku sudah memahami jika memang nantinya dirinya mendapat sanksi dari partai.

Menurutnya, hal itu adalah sebuah konsekuensi logis atas pilihan yang sudah dibuatnya itu.




loading...

Feedss