Prabowo Belum Move On, Klaim Pasangan Asyik Menang di Pilgub Jabar

Prabowo Subianto saat menemui para pendukungnya di Palembang, Kamis (21/6/2018). JPG

Prabowo Subianto saat menemui para pendukungnya di Palembang, Kamis (21/6/2018). JPG

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pilkada serentak 2018 telah selesai. KPU sudah melakukan rapat pleno penghitungan suara pilkada serentak. Para pemenang pilkada sudah diketahui publik.

Namun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sepertinya belum move on. Ia tetap menganggap pasangan calon (paslon) yang diusung Gerindra, Sudrajat-Syaikhu (Asyik) menang di Pilgub Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Prabowo usai menerima laporan dari calon Gubernur Jawa Barat 2018 Sudrajat di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (7/7).

Prabowo menyebut, sama halnya dengan Jawa Tengah, dirinya menduga adanya indikasi kecurangan pada pilkada Jawa Barat. Di antaranya daftar pemilih yang tidak jelas.

“Ini sedang kita teliti semua, kita melihat intervensi-intervensi dari kalangan tertentu juga tidak berjiwa demokratis. Kita sesalkan intervensi tersebut dan kita juga akan meneliti langkah-langkah selanjutnya,” cetus Prabowo.

Pernyataanya itu bukan tanpa sebab. Prabowo menyebut, dalam hasil real count internal yang dilakukannya, pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) menang di Jawa Barat.

“Real count kami, kami (pasangan Asyik) yang menang di Jawa Barat,” ungkap Prabowo.

Meski demikian, Prabowo berjanji akan menghadapi beberapa kejanggalan di pilkada Jawa Barat dengan sikap tenang dan penuh kesejukkan. Namun, tak berarti sikapnya itu akan membiarkan permainan dan kecurangan pemilu.

“Kita juga akan menghadapi dengan ketegasan. Kita tidak mau terus menerus dipermainkan karena kita mewakili rakyat. Pendukung kami sangat besar, kami menangkap keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan,” tuturnya.

Menurut pandangan Prabowo, segala kecurangan ataupun manipulasi pemilu telah mengancam demokrasi dan kedaulatan rakyat. Karena itu, ia meminta KPU untuk bertanggung jawab dalam pemilihan yang bersih.

“Saya menghimbau dan mengingatkan petugas-petugas di KPU untuk menjalankan tugasnya demi rakyat, untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, untuk kepentingan rakyat Indonesia, itu yang kita inginkan dan ingin keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

(aim/jpc/pojoksatu)




loading...

Feedss