Ketua Dewan Pers Sebut Penyerangan Radar Bogor Jelas Melanggar Hukum, Polri Kok Enggak?

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo (baju biru berkacamata) bersama pimpinan Radar Bogor di Graha Pena Bogor, Senin (4/6/2018)

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo (baju biru berkacamata) bersama pimpinan Radar Bogor di Graha Pena Bogor, Senin (4/6/2018)

POJOKSATU.id, BOGOR – Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mendatangi Redaksi Radar Bogor, di Gedung Graha Pena, Senin (4/06/2018).

Kedatangannya, untuk menentukan sikap dewan pers terhadap peristiwan persikusi di Radar Bogor.

Sekaligus, untuk mengonfirmasi langsung kepada media Grup Jawa Pos itu berkenaan penyerangan massa PDIP akhir pekan lalu.

Dewan Pers: Kok Polri Sebut Tak Ada Pidana dalam Penyerangan Radar Bogor?

“Kami harus mampir untuk menanyakan langsung kejadiannya seperti apa, kerugian yang dialami seperti apa. Kemudian penyelesaiannya seperti apa,” katannya.

Dalam kesempatan itu, Stanley bertemu dengan sejumlah pimpinan Radar Bogor.

Diantaranya CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu dan sejumlah pimpinan lainnya.

Pencorengan Nama Baik Indonesia di Dunia Internasional dalam Penyerangan Radar Bogor

Stanley menyatakan, belum bisa berkomentar banyak terkait insiden yang disebut telah mencoreng kebebasan pers dan demokrasi Indonesia itu.

Sebab, pihkanya masih belum melakukan kajian dan penyelidikan menyeluruh terkait peristiwa penyerangan tersebut.

Akan tetapi, Stanley menegaskan bahwa penyerangan yang dilakukan kader PDIP itu jelas tak bisa dibenarkan.

Penyerangan Radar Bogor, Ini Hasil Penyelidikan Mabes Polri

“Sekarang kami sudah tahu. Penyerangan itu tetap tidak bisa dibenarkan,” tegas dia.

Stanley menyatakan, jika memang berkeberatan dengan sebuah pemberitaan, semestinya bisa diadukan ke Dewan Pers.

Hal itu sesuai dengan perundangan dan tata hukum yang berlaku.

“Jika merasa ada kesalahan dengan berita Radar Bogor, sebaiknya diadukan ke Dewan Pers. Karena prosedurnya begitu,” jelasnya.




loading...

Feedss