Terbuai Rayuan Maut Si Cantik Vita, Hengky Tertipu Rp 4,5 Miliar

Vita Agustine Riany menjalani sidang

Vita Agustine Riany menjalani sidang

POJOKSATU.id, SURABAYA – Meski banyak agenda sidang, namun belasan wartawan terlihat berkumpul satu ruangan di Garuda I. Mereka sibuk, mengambil foto terdakwa kasus penipuan Rp 4,5 miliar, Vita Agustine Riany. Bukan kasusnya yang menarik, melainkan paras terdakwa yang mencuri perhatian.

Dengan setelan celana jeans ketat dan baju polkadot hitam, Vita duduk di kursi pesakitan. Perempuan yang lama bekerja di Jakarta tersebut menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo menyebutkan dugaan penipuan yang dilakukan wanita berambut pirang tersebut berawal dari kerjasama, antara Vita dan korban Hengky Susanto di PT Bina Tower Sejahtera Jalan Danau Semayang, Jakarta.

“Kedatangan terdakwa untuk meminta bantuan pada Henky untuk modal usaha jual beli handphone merek iPhone. Kucuran modal yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 miliar,” uangkap Damang, Kamis (17/5).

Dalam sidang yang dipimpin Ane Rusiana ini JPU menyatakan, Vita meyakinkan Hengky bahwa perputaran uang dari bisnis ini sangat cepat dengan keuntungan yang menggiurkan, yakni sebesar Rp 15 kali lipat dari modal yang ia tanamkan.

Tak hanya itu, terdakwa juga memberi jaminan berupa bilyet giro sebesar Rp 2,5 miliar dan cek sebesar Rp 500 juta serta tiga lembar sertifikat kepemilikan toko yang ada di WTC Depok.

“Terdakwa mengatakan pada saksi (Henky) bahwa nilai pe rtoko sebesar Rp1,5 miliar,” ujar Damang.

Dengan iming-iming itu, Henky pun luluh. Dia akhirnya memberi setoran modal sebesar Rp 4,5 miliar pada Vita. Setoran modal itu diserahkan secara bertahap. Lalu, pada Maret 2015, Henky menanyakan pada Vita perihal keuntungan yang telah diperoleh. “Tapi ketika ditagih, terdakwa selalu menghindar,” terang Damang.

Henky lantas meminta bukti pembelian serta penjualan handphone dari uang pinjaman yang telah diberikan pada Vita. Namun, Vita selalu memberi penjelasan yang tidak masuk akal.

Lalu, Riani (saksi/berkas terpisah) teman Vita membuat surat pernyataan akan mengirim data pemesanan handphone melalui email ke Henky. Namun, email tersebut tak juga dikirim.

Tak berapa lama, Riani mengirim email berisi data pembelian handphone. Sayangnya, data yang diberikan ternyata fiktif.

“Perbuatan terdakwa (Vita, Red) merugikan saksi sebesar Rp 4,5 miliar. Perbuatan terdakwa dijerat dalam pasal 378 KUHP,” tandasnya.

(sb/yua/jek/jpr/pojoksatu)




loading...

Feedss