Persaudaraan Alumni 212 Ungkap Ketakutan pada Islam Sudah Sistematis, Pemerintah Dalangnya?

Sejumlah personel Polres Malang melakukan pemeriksaan dan penyisiran di sejumlah gereja, Minggu (13/5). (Tika Hapsari/JawaPos.com)

Sejumlah personel Polres Malang melakukan pemeriksaan dan penyisiran di sejumlah gereja, Minggu (13/5). (Tika Hapsari/JawaPos.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk tidak berlebihan dan mengaitkan Islam dengan tindakan teroris yang terjadi belakangan di Indonesia.

Ketua umum DPP PA 212, Slamet Maarif menjelaskan, pengaitan tersebut sudah merujuk adanya Islamophobia secara sistematis dari pemerintah.

“Jadi kepada masyarakat jangan berlebihlah dan ini ada upaya memang Islamophobia seolah-olah teroris itu dikaitkan dengan Islam,” ucapnya usai bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Slamet menegaskan, Islam juga menentang aksi terorisme. Pihaknya pun mengutuk keras aksi tindakan terorisme yang terjadi di Surabaya.

“Padahal enggak ada kaitannya antara tindakan teroris kemarin dengan Islam. Karena Islam enggak mengajarkan itu semua, apalagi bom bunuh diri. Tetap dalam Islam itu kan diharamkan,” tegasnya.

Amatan Slamet, bentuk upaya Islamophobia lain adalah larangan pemakaian cadar.

“Ya jelas tersistematis itu pelembagaan Islamophobia, selalu dikait-kaitkan Islam dengan teroris dan sebagainya,” ujar Slamet.

(sam/rmol/pojoksatu)



loading...

Feedss