Mengapa Polisi Sebut Teroris Bangkit Jelang Ramadhan? Rusuh Mako Brimob Bukan Kebetulan?

Irjen Setyo Wasisto

Irjen Setyo Wasisto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi terorisme kembali terjadi. Seteleh 38 jam menguasai rutan Markas Komando (Mako) Brimob, Depok Jawa Barat, kali ini sekelompok teroris melancarkan aksinya di Surabaya, Jawa Timur.

Bahkan, semalam (12/5), empat orang terduga teroris berhasil diringkus tim Densus 88 Antiteror di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018).

Kejadian ini bermula ketika Kepolisian mendapat informasi dari intelijen bahwa ada empat terduga teroris bergerak mengarah ke Jakarta menggunakan mobil. Tim dari Densus 88 Antiteror pimpinan AKBP Agung Masloma dan AKBP Dani Afriadi pun membuntuti mereka dari Sukabumi, Jawa Barat.

Namun, keempatnya mengetahui bahwa mereka sedang dibuntuti hingga akhirnya berupaya menghilangkan jejak ke Terminal Pasar Hayam, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Saat diberhentikan petugas, keempat teroris melawan dengan mengacungkan senjata api. Keempat terduga teroris tertembak karena melakukan perlawanan. Kini jenazah keempatnya dibawa ke RS Polri Jakarta,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Minggu (13/5).

Identitas keempat tersangka teroris itu yakni, Batti Bagus Nugraha, 20, warga Kebayoran, Jakarta pusat. Dwi Cahyo Nugroho, 22, warga Kebumen, Jawa Tengah, Agus Riyadi, 32, warga Pekalongan, Jawa Tengah. Terkahir Haji Saputra, 23, warga Kotabumi, Lampung Utara.

Setyo mengatakan, keempat teroris itu sebelumnya melakukan latihan semi militer di Sukabumi untuk melancarkan aksi penyerangan ke Ibu Kota. Adapun mereka diketahui sebagai bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jabodetabek yang dipimpin K dan DS, narapidana teroris di Nusakambangan.

“Mereka akan melakukan serangan ke pos polisi, kantor polisi di wilayah Jakarta, Bandung, dan Mako Brimob dengan cara hit and run menggunakan senpi kemudian panah dan busur yang diujungnya ada bomnya. Jadi kalau ditembakkan dia bisa meledak,” ungkap Setyo.

Dia mengatakan, mereka merupakan bagian dari sel-sel teroris yang bangkit dari tidurnya menjelang Ramadan dan lebaran.

Sebagaimana diketahui, anak panah yang dipasangi bom, merupakan senjat yang sempat digunakan oleh pemeran utamanya dalam film Rambo II. Ujung anak panah itu dipasangi bom yang bisa meledak ketika mengenai sasaran yang dituju.

(dna/jpc/pojoksatu)




loading...

Feedss