Kombes Sabilul Alif: Ustaz Maaher Sebut Polisi Monyet Berseragam Cokelat

Kombes Sabilul Alif dan Ustadz Maaher

Kombes Sabilul Alif dan Ustadz Maaher

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapolresta Tangerang, Kombes Pol M. Sabilul Alif menyesalkan sikap Ustaz Maaher at-Thuwalibi yang soalah-olah memusuhi polisi.

Terbaru, Ustaz Maher membuat heboh jagad maya setelah membuat postingan di media sosial Facebook dengan menyebut “gerombolan monyet berseragam bencong.”

Postingan itu dibuat Ustaz Maher menyikapi pemberitaan kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5). Diduga, “gerombolan monyet berseragam bencong” merupakan metafora untuk menggambarkan aparat kepolisian.

Menurut Kombes Sabilul Alif, maksud pernyataan Ustaz Maher sangat mudah ditebak. Sebab, Ustaz Maher pernah memetaforakan polisi dengan sebutan “monyet berseragam cokelat”.

“Beberapa waktu lalu, sang ustad juga pernah memetaforkan polisi dengan sebutan “monyet berseragam cokelat”. Maka, saat ia menyebut “gerombolan monyet”, kiranya tak sulit menebak bahwa yang ia maksud adalah aparat kepolisian,” tulis Kombes Sabilul Alif di laman Facebooknya, Jumat (11/5).

BACA: Ustadz Maaher Sebut Kerusuhan Mako Brimob Mirip Gerombolan Monyet Berseragam Bencong

Sebelumnya, video ceramah Ustaz Maher yang menyebut ‘Monyet-monyet berseragam cokelat’viral di media sosial (medsos).

Dalam video tersebut, Uztaz Maaher menyinggung soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 dan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dalam video pendek berdurasi 56 detik yang tersebar di media sosial itu, Uztaz Maaher mengatakan “Negara ini sebenarnya, Indonesia ini pemerintah ini sebenarnya, monyet-monyet berseragam cokelat itu bukan anti sama ISIS. ISIS itu kambing hitam. Mereka anti kepada Islam.”

“ISIS itu kambing hitam saja, Hizbut Tahrir dibubarkan lewat Perpu Nomor 2, itu kambing hitam, pancingan, nanti kalau sudah berhasil ini HTI maka akan dibubarkan ormas-ormas lain,” sambungnya.

BACA: Menohok! Kombes Sabilul Alif Balas Ustaz Maaher Soal Gerombolan Monyet

Kemudian ia menyebutkan sejumlah ormas yang berpeluang dibubarkan setelah berhasil membubarkan HTI. “Karena negara ini negara toghut, negara ini tegak di atas sistem kufur,” tandasnya.

Setelah video itu viral, Ustaz Maher langsung mengklarifikasi. Lewat akun Facebook Ustadz Maaher At-Thuwailibi, ia mengatakan bahwa kalimat ‘Monyet-monyet berseragam cokelat’ tidak ditujukan kepada lembaga atau institusi tertentu.

Selain itu, Ustadz Maaher juga meminta maaf kepada pemerintah, ulama, dan rakyat Indonesia, jika pernyataannya tersebut telah menimbulkan keresahan.

Berikut klarifikasi Ustadz Maaher, yang disampaikan lewat akun Facebooknya, Minggu 29 Oktober 2017.

KLARIFIKASI TERBUKA…

Assalamualaikum warahmatullah.
Terkait potongan video kami yang terlanjur viral di medsos yang mengundang tanya banyak kalangan dan bahkan menimbulkan ketidaknyamanan sebagian fihak, maka dengan ini kami (Maaher At-Thuwailibi) memberikan KLARIFIKASI.

1. Kalimat ‘Monyet-monyet berseragam coklat’ yang kami sebutkan sama sekali bukanlah di tujukan kepada lembaga atau instansi atau institusi tertentu.

2. Selebihnya dari isi ceramah kami yang terlanjur viral tersebut berupa pernyataan-pernyataan yang kurang baik dan menimbulkan keresahan, maka kami MEMOHON MAAF kepada segenap rakyat indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Para Ulama, dan semua fihak yang merasa tidak nyaman dengan isi ceramah kami tersebut.

Demikian klarifikasi ini kami buat dengan baik, selebihnya Allahul Musta’an.

(one/pojoksatu)




loading...

Feedss

Maia Estianty dan El Rumi. Instagram

Maia Estianty Belum Dinikahi Kekasihnya

POJOKSATU.id – Hubungan asmara Maia Estianty dengan seorang pengusaha bernama Irwan Mussry tampaknya belum akan diresmikan dalam pernikahan. Hingga kini, keduanya …