Aksi Bela Islam 64: Bu Suk Mawati Kecebong Monas

Massa Aksi Bela Islam 64 tuntut penangkapan Sukmawati Soekarnoputri

Massa Aksi Bela Islam 64 tuntut penangkapan Sukmawati Soekarnoputri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi Bela Islam 64 menuntut polisi menangkap Sukmawati Soekarnoputri. Ribuan massa dari Alumni 212, GNPF dan Front Pembela Islam (FPI) menggeduruk Bareskrim Polri.

Aksi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018) itu diikuti oleh ribuan massa dari berbagai daerah.

Para orator aksi bergantian naik ke atas mobil komando untuk membakar semangat massa aksi.

Sementara, ribuan massa aksi tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel tuntutan penangkapan Sukmawati.

Aksi Bela Islam 64 Bertakbir, Rachmawati Sebut Sukmawati Tak Suka Islam

Uniknya, nyaris seluruh orator aksi menggunakan kata ‘Bu Suk’ di atas podium mobil komando saat berorasi.

Aktivis Islam, Eggy Sudjana misalkan. Dia mempelesetkan adik Megawati itu dengan menggunakan jeda.

“Bu Suk Mawati harus diproses hukum meskipun dia sudah minta maaf. Karena itu kan delik aduan,” katanya.

Panggilan itu juga disematkan oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Jumlah Massa Aksi Bela Islam 64 Bukan 10 Ribu, tapi Gumpalan Salju

Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab itu pun meminta polisi segera menangkap Sukmawati.

“Tangkap si Bu Suk. Kalau tidak segera ditangkap, jangan salahkan umat Islam akan menghukum dengan caranya sendiri,” pekiknya.

Tidak hanya penggalan Bu Suk, salah satu orator bahkan menyebut Sukmawati sebagai ‘kecebong Monas’.

Orator Aksi Bela Islam 64 Tuntut Tangkap Sukmawati, Singgung Megawati

Seharusnya, putri ketiga Presiden Soekarno itu berkonsultasi dengan tokoh agama sebelum membacakan puisi itu di depan publik.

“Aku tak tahu syariat Islam, yang ku tahu adalah suara kidung Indonesia adalah sangatlah elok, lebih elok dari lantunan suara adzan,” ucapnya menirukan Sukmawati saat membacakan puisinya.

“Yeee… Bu Suk, yeee… Kecebong Monas,” pekiknya.



loading...

Feedss