Bandingkan 3 Survei Calon Gubernur Jawa Barat 2018, Demiz Lebih Percaya Ini

Dari kiri ke kanan: Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Tubagus Hasanudin, dan Sudrajat

Dari kiri ke kanan: Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Tubagus Hasanudin, dan Sudrajat

POJOKSATU.id, BANDUNG – Sejumlah lembaga survei merilis hasil survei calon Gubernur Jawa Barat 2018. Di antaranya, Cyrus Network, Litbang Kompas, dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).

SMRC merilis hasil survei calon Gubernur Jawa Barat pada Jumat, 16 Maret 2018. Survei ini dilakukan pada tanggal 1 hingga 8 Maret 2018 terhadap 801 orang. Responden yang dipilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Berikut hasilnya:

1. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 30,7 persen
2. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul: 43,7 persen
3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 4,6 persen
4. TB Hasanuddin-Anton Charliyan: 2,8 persen
5. Tidak jawab/rahasia: 18,2 persen

Dua hari sebelumnya, tepatnya Rabu 14 Maret 2018, Litbang Kompas merilis hasil survei calon Gubernur Jawa Barat 2018. Survei ini digelar tanggal 19 Februari-4 Maret 2018 dengan jumlah sampel 800 responden yang sudah memiliki hak pilih. Berikut haslnya:

1. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 42,8 persen
2. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul: 39,9 persen
3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 7,8 persen
4. TB Hasanuddin-Anton Charliyan: 3,1 persen
5. Tidak jawab/rahasia: 6,4 persen

Sebelum Litbang Kompas, Cyrus Network juga merilis hasil survei calon Gubernur Jawa Barat 2018 pada tanggal 5 Februari lalu. Survei digelar 16-22 Januari 2018 dengan jumlah 1.000 responden. Berikut hasilnya:

1. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul: 45,9 persen
2. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 40,9 persen
3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 5 persen
4. TB Hasanuddin-Anton Charliyan: 2,5 persen
5. Belum memutuskan: 5,2 persen
6. Tidak menjawab: 0,5 persen

Menanggapi hasil survei yang berbeda itu, calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar mengatakan, dirinya lebih percaya kepada lembaga survei indepenen.

“Sangat sederhana yang mana yang dipercaya oleh masyarakat,” kata Deddy ditemui di Rumah Pemenangan, Jalan Karangsari, Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurut pria yang karib disapa Demiz ini, lembaga survei yang dibayar dan tidak, itu terlihat. Tinggal masyarakat yang mentukan pilihan.

“Melihat dan menerima siapapun yang survei termasuk Kompas dan tiba-tiba ada perbedaan yang sangat jauh dengan SMRC, kami kembalikan kepada masyarakat, survei mana yang dibayar oleh pemesan danmana yang tidak (dibayar-red) kan. Mana yang dipercaya, saya tidak mau berkomentar biar masyarakat yang sudah cerdas menilai sendiri,” jelas Demiz.

Dengan survei Kompas, Demiz mengaku tidak jumawa. Pasalnya perjuangan meraih simpati warga belum selesai.

Dia mengatakan baru bekerja awal baru sekitar 10% dari durasi yang masih dimiliki 3 bulanan lagi.

“Saya baru berjalan 10 kota/kabupaten, langsung Litbang Kompas mengatakan survei kita tertinggi. Saya belum jalan 27 kota/kabupaten. Masih ada empat putaran lagi yang kita jalankan,” ujarnya.

Demiz, sapaan akrabnya, mengklaim akan meraih 54 persen suara pada pemilihan 27 Juni nanti.

“Insya Allah dari perhitungan yang rasional 54 persen hasil akhirnya. Terlihat dari 10 kabupaten/kota yang kita jalani ternyata hasilnya sama. Sebulan ini naiknya 4 persen. Mudah-mudahan tambah lagi 12 persen,” jelasnya.

Disinggung wilayah mana yang harus ditingkatkan dukungannya, Deddy menyebutkan semua.

“Hanya dengan strategi yang berbeda. Daerah mana yang didahulukan atau diterakhirkan itu bagian dari strategi,” tukasnya.

Lanjut Demiz, dirinya memegang suvei yang objektif. Terlebih hasil survei tidak pengaruh kepada masyarakat karena yang terpenting bagaimana kinerja Paslon mendatangi mereka.

“Yang dibutuhkan masyarakat ternyata akses bisa bekerja, uji kompetensi, akses pendidikan dan bukan gaya hidup,” ucapnya.

Demiz bersyukur modal sosial selama 42 tahun di dunia film dan hiburan membuatnya selalu diingat dan diinginkan masyarakat untuk bertemu secara langsung.

“Masyaallah saya bersyukur masyarakat di manapun berada dan kadang ada yang bermimpi ingin bertemu saya. Kami bertemu dengan susasana sangat gembira, menyenangkan. Membahagiakan hati orang sebuah proses memiliki nilai ibadah bagi saya,” imbuhnya.

“Saya senang, enjoy walau lelah tapi hati senang dan pikiran juga tenang. Kelebihan itu tidak dimiliki Paslon lain. Sekarang tinggal kami memanfaatkanya. Realitis kan bukan hitungan ngaco,” ungkapnya.

Untuk lebih banyak menarik simpati, Demiz mengaku harus banyak bertemu dengan berbagai kalangan. Baik itu petani, perajin, nelayan, ormas apa, ataupun siapaun yang dirasa harus ditemui bukan sembarang supaya efektif.

(one/pojoksatu)



loading...

Feedss