Novel Baswedan Diperiksa 7 Jam oleh Komnas HAM, Apa yang Disampaikan?

Novel Baswedan dan dan mantan Ketua KPK Abraham Samad

Novel Baswedan dan dan mantan Ketua KPK Abraham Samad

POJOKSATU.id – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan tim khusus pemantauan penyelesaian kasus penyerangan air keras di Komnas HAM.

Novel mendatangi Gedung Komnas HAM didampingi oleh sejumlah tim kuasa hukumnya yakni, Alghiffari Aqsa, Muji Kartika Rahayu dan Yati Andriyani. Pemeriksaan terhadap Novel pun berlangsung cukup lama terhitung sampai tujuh jam, sejak pukul 13.50 WIB hingga jam 21.11 WIB.

Seusai menjalani pemeriksaan, Novel berharap apa yang sudah disampaikannya bisa menjadi suatu yang baik untuk mendukung tugas dari kepolisian terkait kasus teror air keras ini.

“Tentunya kami mengharapkan apa yang disampaikan akan menjadi sesuatu hal yang baik untuk mendukung tugas-tugas kepolisian dalam rangka mengungkap fakta yang ada,” kata Novel di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).

Sementara itu, kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menuturkan, pemeriksaan terhadap Novel merupakan yang pertama sehingga harus menjelaskan secara runut kronologis dan pasca kejadian.

Hal itu dilakukan agar Komnas HAM dapat mengetahui secara runut kejadian penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK tersebut.

“Fakta-faktanya bisa diungkapkan kepada publik dan pelakunya bisa ditemukan penegak hukum, entah itu KPK ataupun kepolisian bisa memproses pelaku dan juga orang yang menyuruh si pelaku bisa hingga ke pengadilan,” ucap Alghiffari.

Menurut Alghiffari, meskipun Novel meminta bantuan dari Komnas HAM, namun permintaan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kepada Presiden Joko Widodo harus terealisasi.

“Karena Komnas HAM punya mandat dan basis hukum sendiri, sebagai warga negara, aktivis antikorupsi dan sebagai penyidik KPK mempunyai hak atas rasa aman. Tapi TGPF, kami menginginkan ada fakta-fakta informasi yang lebih detail mengenai siapa pelaku, sehingga bisa dibawa ke ranah pengadilan,” ucap Alghiffari.

Lebih jauh, Alghiffari menuturkan, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim khusus pemantauan penyelesaian kasus penyerangan air keras di Komnas HAM, Novel Baswedan diperiksa oleh tiga komisioner Komnas HAM yakni Ahmad Taufan Damanik, Chandrayati Moniaga, M Khairul Anam dan pengamat hukum Bivitri Susanti.

(rdw/jpg/pojoksatu)



loading...

Feedss