KKP Kembangkan Daya Saing Rumput Laut Nasional

Ilustrasi/foto via JPNN

Ilustrasi/foto via JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memperkuat pengembangan berbagai komoditas budidaya mulai dari hulu hingga hilir, termasuk tata niaga dan pemasaran.

Direktur Jendral Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto menuturkan, salah satu komoditas yang menjadi fokus KKP untuk terus dikembangkan adalah rumput laut.

“Langkah tersebut diambil untuk memastikan rumput laut Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang berkembang ke depannya,” kata Slamet saat menghadiri sekaligus membuka acara Rakernas Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) di Makassar, Kamis (18/3/2018).

Disebutkan, produk rumput laut Indonesia memiliki daya saing kompetitif yang tinggi. Dengan kata lain, merupakan negara net eksportir rumput laut.

Hal ini bisa dilihat dari volume produksi rumput laut nasional yang tumbuh rata-rata sebesar 11,8 persen per tahun, dimana angka sementara tahun 2017, produksi rumput laut nasional tercatat sebesar 10,8 Juta ton.

Sedangkan, nilai ekspor rumput laut juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,09 persen per tahun.

Selain itu, neraca perdagangan rumput laut Indonesia juga tercatat positif dengan indeks spesialisasi produk (ISP) lebih tinggi dibanding negara-negara eksportir lainnya.

Meski begitu, Slamet menuturkan, pengembangan rumput laut masih dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Diantaranya, minimnya diversifikasi produk, persyaratan pasar global, persaingan antar produsen, zonasi dan infrastruktur, serta minimnya investasi berbasis rumput laut.

“Harus kita akui, walaupun Indonesia saat ini menjadi negara net eksportir nomor 1 dunia khusus untuk jenis Eucheuma Cottoni dan Gracilaria, namun faktanya lebih dari 80 persen ekspor rumput laut kita masih didominasi oleh bahan baku kering (raw material), artinya nilai tambah ekonomi yang dirasakan masih minim,” jelasnya.

Melihat fakta tersebut, dirinya menegaskan kembali komitmen KKP untuk terus mendorong dibangunnya industrialisasi rumput laut nasional, sehingga nilai tambah ekonomi lebih tinggi.

Dikatakan, di hulu, pihaknya telah melakukan upaya untuk menggenjot produksi yang berkualitas.

Antara lain dengan pengembangan kawasan budidaya rumput laut berbasis klaster, pengembangan kebun bibit rumput laut hasil kultur jaringan, dan pengembangan sistem kebun bibit rumput laut yang memenuhi estetika dan kaidah ramah lingkungan serta telah digunakan secara luas oleh pembudidaya.

“Bibit rumput laut hasil kultur jaringan memiliki performa yang baik, termasuk lebih adaptif dan pertumbuhan yang lebih cepat. Ada enam UPT di Ditjen Perikanan Budidaya yang saat ini didorong menjadi sentra pengembangan kultur jaringan,” paparnya.

Adapun keenam UPT DJPB tersebut yaitu Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon dan Lombok, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, serta Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo dan Takalar.

Tidak hanya itu, KKP saat ini juga tengah fokus menggarap potensi di kawasan-kawasan terluar dan perbatasan. KKP juga terus mendorong pengembangan sentra-sentra rumput laut di Papua, NTB, Maluku, Sulawesi dan daerah-daerah lain yang potensial sebagai sentra pengembangan rumput laut.

“Untuk di timur, pengembangan rumput laut telah dimulai di Kabupaten Fak Fak Papua Barat dimana kedepan seluruhnya akan menggunakan bibit rumput laut cottonii strain Maumere dari hasil kultur jaringan. Bahkan dalam waktu dekat ini Bu Menteri (Susi Pudjiastuti) direncanakan akan melakukan panen raya rumput laut di Fak Fak,” ujar Slamet.

(zul/pojoksatu)




loading...

Feedss

Iqbaal Diafakhri Ramadhan, pemeran sosok Dilan (jawapos.com)

Iqbaal Ramadhan Kembali Jadi Anak Band

POJOKSATU.id – Asyik berakting, Iqbaal Ramadhan tak melupakan kecintaannya pada musik. Mengawali karier di dunia hiburan bersama Cowboy Junior, Iqbaal Ramadhan …