Jamin Produksi Rumput Laut Indonesia, Simak Sejumlah Langkah KKP

Ilustrasi/Pengembangan budidaya rumput laut di kawasan Takalar, Sulawesi Selatan

Ilustrasi/Pengembangan budidaya rumput laut di kawasan Takalar, Sulawesi Selatan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Jendral Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto menuturkan, pihaknya tengah gencar melakukan sertifikasi CBIB.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa rumput laut Indonesia diproduksi dengan ramah lingkungan dan terjamin keamanannya.

Adapun sertifikasi CBIB meliputi aspek traceability, foodsafety dan sustainability.

Selain itu, Slamet menuturkan sejumlah langkah lainnya untuk mengembangkan daya saing rumput laut nasional.

Yakni meminta pemerintah daerah propinsi untuk segera menyelesaikan Peraturan Daerah terkait Rencana Zonasi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil (RZWP3K).

Hal ini dilakukan agar sektor hulu terhindar dari tumpang tindih kepentingan dan menjamin iklim usaha yang kondusif.

Selain itu, untuk menjamin eksistensi dan keberlanjutan usaha budidaya rumput laut.

Sedangkan dari aspek sistem produksi di hilir, KKP telah berupaya untuk mendorong rumput laut Indonesia mampu berdaya saing dengan menciptakan efesiensi produksi dan jaminan mutu.

Sementara untuk memutus rantai distribusi pasar yang panjang, pemerintah telah mendorong pembangunan industri pengolahan di sentra-sentra produksi baik yang dibangun oleh pemerintah maupun swasta.

Lebih lanjut, Slamet memaparkan langkah KKP dalam menjaga mutu yaitu dengan mendorong unit pengolahan rumput laut agar memenuhi SNI dan persyaratan ekspor.

“Seperti penerapan Cara Pengolahan Ikan yang Baik (Good Manufacturing Practices) dan memenuhi persyaratan Prosedur Operasi Sanitasi Standar (Standar Sanitation Operating Procedure),” ujarnya.

Tidak hanya itu, faktor distribusi produk rumput laut juga menjadi konsen KKP dengan menggandeng instansi lain.

“Baru-baru ini KKP bersama dengan Kementerian Perhubungan telah membahas mengenai optimalisasi tol laut di sektor perikanan dan sepakat untuk memanfaatkan jalur Pelni, ASDP atau jalur alternatif lainnya yang sedang dirintas untuk mengangkut seluruh komoditas perikanan termasuk rumput laut,” tandasnya.

(zul/pojoksatu)




loading...

Feedss