Rakernas APPSI 2018, Kerjasama Silang Antar-Provinsi

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka Rakernas APPSI Tahun 2018 ynag dihadiri seluruh Delegasi dari 34 Provinsi di The Trans Luxury Hotel Bandung. (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka Rakernas APPSI Tahun 2018 ynag dihadiri seluruh Delegasi dari 34 Provinsi di The Trans Luxury Hotel Bandung. (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

POJOKSATU.id, Bandung – Demi mensukseskan pelaksanaan Otonomi Daerah, dan meningkatkan sinergitas antar Daerah Provinsi, serta menciptakan hubungan yang harmonis antar Daerah Provinsi, Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) 2018.

Bertempat di The Trans Luxury Hotel Bandung, Rakernas APPSI Tahun 2018 dihadiri seluruh Delegasi dari 34 (tiga puluh empat) Provinsi. Pun rapat kerja diselenggarakan pada tanggal 21 sampai 23 Februari 2018.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengatakan Pemerintah Daerah perlu membentuk kekuatan yang besar, dengan menyatukan berbagai kekuatan yang ada dari masing-masing daerah dengan bekerjasama dan bersinergi.

Sejalan dengan tema Rakernas “Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah untuk Penguatan Ekonomi Nasional”, Pemerintah Provinsi diharap bisa bekerjasama untuk mengatasi hambatan lingkungan untuk mencapai tingkat produktivitas perdagangan yang lebih tinggi.

Mendagri Tjahjo Kumolo juga menuturkan, pihak-pihak yang bekerjasama dapat mencapai kemajuan yang lebih tinggi.

Dengan kerjasama, masing-masing daerah akan mentransfer ilmu, ketrampilan, dan informasi.

“Setiap daerah akan berusaha memajukan atau mengembangkan dirinya dari hasil belajar bersama,” kata Tjahjo, saat Pembukaan Rakernas APPSI 2018 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/02/2018).

Tjahjo menggambarkan, apabila suatu daerah secara sendiri-sendiri memperjuangkan kepentingannya, ia mungkin kurang diperhatikan, tetapi bila ia masuk menjadi anggota suatu forum kerjasama daerah, maka suaranya akan lebih diperhatikan.

Disamping itu, pihak-pihak yang bekerjasama dapat memperkecil atau mencegah konflik.

Dengan kerjasama, daerah-daerah yang semula bersaing ketat atau sudah terlibat konflik, dapat bersikap lebih toleran dan berusaha mengambil manfaat atau belajar dari konflik tersebut.

Sehingga masing-masing pihak lebih merasakan keadilan, sebab ada transparansi dalam melakukan hubungan kerjasama, serta komitmen untuk tidak mengkhianati partnernya tetapi memelihara hubungan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan.



loading...

Feedss