Sosok Aiptu Ali Munir dan Kisahnya Melumpuhkan Suliyono: Seperti Film

Aiptu Ali Munir (tengah-bersalaman) saat mendapat apresiasi dari Kapolda DIY karena berhasil melumpuhkan Suliyono, penyerang Gereja Lidwina. Foto via JawaPos.com

Aiptu Ali Munir (tengah-bersalaman) saat mendapat apresiasi dari Kapolda DIY karena berhasil melumpuhkan Suliyono, penyerang Gereja Lidwina. Foto via JawaPos.com

POJOKSATU.id – Penyerangan Gereja Lidwina Gadog, Sleman, Jogjakarta, Minggu (11/2/2018) oleh Suliyono bakal menjadi peristiwa yang akan dikenang Aiptu Ali Munir.

Ya, anggota polisi yang memasuki masa pensiun tahun depan itu adalah sosok yang berhasil melumpuhkan Suliyono.

Diceritakannya, saat itu ia mendapat laporan dari Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di tempatnya berdinas, Polsek Gamping.

Dalam laporan itu, disebutkan seorang pria mengamuk dan menyerang jemaat Gereja Lidwina dan Romo dengan menggunakan pedang saat tengah memimpin misa.

Terungkap, Suliyono Nginap 3 Hari di Mushala Sekitar Sebelum Serang Gereja Lidwina

Ali Munir lantas langsung bergegas menuju Gereja Lidwina bersama 2 rekannya, Brigadir Erwin dan Aiptu Praswanto.

Sesampainya di lokasi, ratusan jemaat sudah berhamburan.

Berbekal pistol revolver kaliber 38, ia kemudian langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat pelaku sedang mengejar seorang jemaat sambil mengacungkan pedang.

Melihat hal itu, ia langsung melepas tembakan peringatan yang ternyata tak membuat Suliyono menyerah.

Malah, pelaku balik menyerang Ali Munir dengan mengayunkan pedangnya yang akhirnya mengenai tangan kirinya.

Terungkap, Ini Cara Suliyono Pilih Gereja Lidwina utuk Diserang

“Pelaku bukannya takut, tapi berbalik menyerang saya,” katanya di Mapolda DIY.

Ketika itu pula, pria yang sudah 37 tahun mengabdi di kepolisian tersebut langsung melepaskan timah panas yang bersarang di kaki kiri Suliyono.

Akan tetapi, Suliyono tak juga mau menyerang dan terus mengejarnya sembari menyabet-nyabetkan pedangnya yang kembali mengenai kakinya.

Aiptu Ali Munir (tengah)

Aiptu Ali Munir (tengah)

“Saya tembak lagi di kaki kanannya,” katanya.

Meski sudah dua peluru bersarang di kakinya, Suliyono tak menunjukkan tanda-tanda menyerah dan terus berusaha menyerang Ali Munir.

Terungkap, Penyerang Gereja Lidwina Suliyono Pernah di Poso dan akan ke Suriah!

Bahkan, pelaku masih kuat untuk mendorong Ali Munir untuk menjauh.

Beruntung, jemaat yang masih di dalam gereja langsung sigap dan mengeroyok Suliyono.

“Saat itu juga kami amankan,” ucapnya.

Setelah berhasil diamankan, Suliyono yang warga Krajan RT 2/1, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu lantas dibawa ke RS UGM.

Warganet Ini Beberkan Foto Rahasia Suliyono, Latarbelakangnya Bikin Kaget

Kemudian ia dirujuk ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara bagi Ali Munir, mendapat 4 jahitan di tangan kirinya akibat terkena sabetan katana. Beruntung, kakinya tidak mengalami luka yang serius.

“Hanya sepatu saja yang rusak,” paparnya.

Diajak Ngobrol Buya Syafii, Suliyono Ungkap Alasan Serang Gereja Lidwina, Mengerikan!

Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Ali Munir yang cukup berisiko tersebut patut diapresiasi.

Pihak Polda pun saat ini masih menggodok untuk diberikan suatu reward kepadanya.

“Nanti akan kami umumkan penghargaan apa yang akan didapatkan,” ucapnya.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(dho/JPC/pojoksatu)




loading...

Feedss

Sepeda Dahlan Iskan

Bermuara ke yang Besar Juga

Oleh: Dahlan Iskan Muara persewaan sepeda ini akhirnya konglomerat juga. Tapi lihatlah riwayat lahirnya: Lima mahasiswa punya hobi yang sama: …