10 Fakta Crane Double Track Ambruk: Tumbal, Suara Tertawa dan Penerawangan Sandiaga Uno

Proyek pembangunan DDT di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto via JawaPos.com

Proyek pembangunan DDT di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto via JawaPos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Crane Double Track di Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk pada Minggu (4/2/201) sekitar pukul 05.15 WIB.

Akibat peristiwa maut itu, empat pekerja tewas, sedangkan sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Empat korban meninggal antara lain Jaenudin (44) akibat luka di kepala dan Dami Prasetyo (25) badan hancur.

Sementara korban meninggal atas nama Jana Sutisna (44) akibat luka di kepala, dan Joni (34) akibat luka di kepala, tangan kiri serta kanan patah.

Akibat kejadian ini, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan melibatkan Puslabfor Polri.

Berikut fakta crane double track ambruk

Serem…Sesaat Sebelum Crane Ambruk, Warga Mendengar Suara Tertawa

1. Makan tumbal
Sebelum ambruknya crane tersebut, warga sekitar mengungkap bahwa proyek yang berada sangat dekat dengan pemukiman warga itu sudah pernah bermasalah.

Pertama, alat berat proyek pernah jatuh hingga menimpa salah satu rumah warga hingga mengakibatkan atap rumah tersebut rusak.

Selain itu, ada juga pekerja yang terkena bor pada bagian kakinya.

Sebelum Crane Ambruk, Proyek DDT Ternyata Kerap Minta Tumbal!

2. Suara tertawa
Sesaat sebelum crane ambruk, Rere, salah seorang warga setempat mengaku mendengar suara tertawa.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara gemuruh dan benturan yang sangat keras.

“Sebelumnya ada suara tertawa. Tapi enggak tahu siapa. Pokoknya dengar aja suara tertawa,” ungkapnya.

Diserahkan, Kondisi Jenasah Korban Crane DDT Jatinegara Bikin Merinding

3. Seperti gempa
Rere juga mengungkap, saat kejadian sekitar pukul 05.15 WIB, warga un tengah berada di dalam rumah.

Lalu terdengar suara gemuruh dan benturan yang sangat keras, diikuti getaran bak gempa bumi besar.

“Orang-orang pada teriak. Ada suara ‘Allahu Akbar’ dan teriak-teriak. Pokoknya menakutkan,” bebernya.

Sandiaga Uno Ngaku Sudah Menerawang Jatuhnya Crane DDT Jatinegara

4. 4 Pekerja tewas, jasad salah satunya hancur
Dua pekerja proyek dinyatakan tewas seketika di lokasi kejadian. Hal itu terjadi karena empat pekerja nahas tersebut berada tepat di bawah bantalan crane.

Salah satu korban, jasadnya sampai hancur, yakni Dami Prasetyo (25).

“Bantalan jatuh menimpa empat pekerja,” ujar Kapolsek Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi, di lokasi.

Tercatat, dua pekerja tewas seketika. Sedangkan dua lainnya meninggal di rumah sakit.

Polisi Kejar Kontraktor Crane DDT Jatinegara

5. Kondisi jenasah bikin merinding
Empat korban meninggal antara lain Jaenudin (44) akibat luka di kepala dan Dami Prasetyo (25) badan hancur.

Sementara korban meninggal atas nama Jana Sutisna (44) akibat luka di kepala, dan Joni (34) akibat luka di kepala, tangan kiri serta kanan patah.

6. Jasad korban disatukan dan dijahit
Keempat jenasah korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan otopsi oleh tim forensik RS Polri Kramat Jati.

Sebelum diserahkan, jenasah para korban disatukan dan dijahit. Seperti kaki yang putus disambung dan disatukan lagi.

PT Hutama Karya Ungkap Nasib Keluarga Korban Meninggal Crane Jatuh

“Prinsipnya kita mengembalikan ke keluarga sebisa mungkin, sesempurna mungkin,”

“Supaya bisa dimakamkan dengan baik. Luka-luka yang di kepala, di tangan, di badan. Kita kembalikan, kita jahit, kita perbaiki senormal mungkin. (Kaki putus) Iyah disambung lagi,” kata Kepala Forensik RS Polri, Edi Purnomo.

7. Sudah diterawang Sandiaga Uno
Ambruknya crane double track di Jatinegara itu diklaim sudah diterawang Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

“Sudah saya prediksi dari awal. Karena ini kita buru-buru sekali untuk mengejar pembangunan infrastruktur,” ujar Sandi di kawasan Petojo Utara, Jakarta Pusat, Minggu (4/2).

Anak Buah Prabowo Mimta Audit Crane Ambruk Proyek DDT di Jatinegara!

8. Bantalan tidak pas
Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi mengatakan, kecelakaan tersebut bermula ketika lima orang pekerja tengah memasang bantalan crane.

Mereka mencoba memasang bantalan tersebut dengan menggunakan crane.

Ketika bantalan crane sudah berada di atas, diduga dudukannya tidak pas.

“Sehingga bantalan jatuh menimpa empat pekerja hinga meninggal dunia,” katanya.

Begini Kronologi Ambruknya Crane Jatinegara, Korban Tewas Jadi 4 Orang

9. Penyebab pasti crane ambruk
Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Kombes Ir. Ulung Kanjaya, MT mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum bisa mengambil kesimpulan atas penyebab pasti peristiwa maut tersebut.

Selai itu, juga diperlukan kajian lanjutan agar bisa didapat penyebab pasti.

“Setidaknya memakan waktu 3 hari untuk mengetahui penyebabnya,” katanya, di Jatinegara, Jakarta, Minggu (4/2/2018).

Penyebab Crane Ambruk, Begini Penjelasan Forensik

10. Kejar kontraktor proyek
Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi mengatakan, pihaknya ingin meminta keterangan dari pihak PT Hutama Karya selaku perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Sejauh ini, sudah ada tiga saksi yang diperiksa, yakni pekerja yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

“(Kontraktor) sedang kami upayakan untuk hadir di Polsek Jatinegara. Karena pada saat kejadian (Kontraktor) tidak ada di tempat,” kata dia seperti dikutip JPNN (grup pojoksatu/id), Minggu (4/2).

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(ruh/pojoksatu)



loading...

Feedss