Mangkir, Fredrich Yunadi Beraninya Hadapi Peradi Ketimbang KPK?

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Foto via jawapos.com

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Foto via jawapos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Fredrich Yunadi mangkir dari panggilan pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus sinteron kecelakaan Setya Novanto.

Sebagai gantinya, ia lebih dulu mengajukan pemeriksaan kode etik ke Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Hal itu disampaikan pengacara Fredrich, Sapriyanto Refa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12/1).

“Kami yang ajukan ke Peradi, karena kan kami belum melihat adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan,” katanya.

Surat tersebut, kata Sapriyanto, diajukan pihaknya kemarin Kamis (11/1/2018).

Ia beralasan, ingin lebih dulu mengetahui apakah benar Fredrich melakukan sebagaimana sangkaan KPK.

Dipanggil KPK, Bimanesh Datang, Fredrich Yunadi Mana?

Yakni melanggar Pasal 21 UU 31/1999 sebagaimana telah diubahdalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ini kan soal serius. Karena itu kami mau membuktikan ada (pelanggaran) atau tidak. Kalau pelanggaran hukum seperti itu pasti juga ada pelanggaran etik,” jelasnya.

Adapun sidang pelanggaran kode etik bakal dilakukan Komisi Pengawas (Komwas) dan Dewan Kehormatan Peradi.

“Sampai saat ini sidang pelanggaran kode etik Fredrich belum berjalan dan masih menunggu direspons Peradi,” tambahnya.

Mangkir Panggilan KPK cuma Utus Pengacara, Fredrich Yunadi Keder?

Untuk dikethahui, Fredrich dan Bimanesh resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Novanto.

Fredrich dan Bimanesh diduga memanipulasi data medis Ketua DPR nonaktif itu agar bisa dirawat, sehingga penyidik KPK tidak jadi menangkapnya pada 16 November 2017 lalu.

Fredrich juga diduga telah ‘mengondisikan’ RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan.

Mereka berdua dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat pulsa, voucher dan hadiah menarik lainnya

(ruh/pojoskatu)




loading...

Feedss

Kim Jong Un dan Istri

Kim Lagi-Lagi ke Xi

Oleh: Dahlan Iskan Bukan main dinamisnya perkembangan di Asia Timur. Kim Jong-un bikin berita lagi. Pemimpin tertinggi Korut itu ke …