Siswa SMA Gantung Diri Pakai Tali Pramuka, Innalillahi

Jenazah siswa SMA gantung diri dibawa ke rumah sakit

Jenazah siswa SMA gantung diri dibawa ke rumah sakit

POJOKSATU.id, SURABAYA – Seorang siswa SMA gantung diri menggunakan tali pramuka di lantai dua kediamannya, di Jalan Juwingan, Surabaya.

Jenazah siswa SMAN 16 Surabaya berinisial APA itu pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Romli (45) pada , Sabtu (16/12) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kanitreskrim Polsek Gubeng IPTU Joko Soesanto memastikan bahwa siswa kelas XI itu memang murni gantung diri.

“Ditemukan tali pramukan dan kursi plastik warna biru. Korban juga mengeluarkan sperma dan kotoran sebagai indikasi bahwa ada tekanan hebat di bagian leher,” jelas Joko.

Joko menjelaskan, pada Jumat malam (16/12), korban sempat makan mie instan bersama keluarganya. Sabtu pagi harinya, adiknya yang berusia 10 tahun tanya ke orang tuanya.

“Adiknya bilang ke ayahnya (Romli, red), kakak main apa? Kok pakai tali,” tambah Joko. Mendengar itu, Romli langsung bergegas naik ke lantai 2. APA sudah tergantung. Nyawanya sudah tiada.

Polisi sendiri masih belum mengetahui motif APA melakukan gantung diri. Sebab selama ini, dia sangat tertutup termasuk dengan keluarganya sendiri.

“Tidak ditemukan surat wasiat. Korban juga tidak pernah curhat,” lanjut polisi dengan dua balok di pundak tersebut.

Jenazah APA kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo. Berdasar pantauan JawaPos.com di sana, Romli dan beberapa teman sekolah APA terlibat mendampingi proses otopsi APA di luar ruangan. Sayangnya, mereka enggan berkomentar apa-apa.

Menurut keterangan salah seorang petugas kamar mayat yang sempat berbicara dengan Romli, APA sempat dimarahi.

“Bapaknya (Romli, red) cerita ke saya kalau korban dapat nilai 10 di sekolah. Korban lalu ditanya, ini 10 kecil atau 10 besar. Ternyata kecil, terus korban sempat ditegur,” kata petugas tersebut kepada JawaPos.com.

JawaPos.com juga sempat bertanya dengan tetangga korban. Salah seorang tetangga yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa sosok APA tergolong anak pendiam dan cerdas. APA juga sering terlihat pergi ke masjid.

“Sejak SD sekolahnya negeri terus. Denger-denger juga sering ikut lomba. Nggak pernah aneh-aneh, lebih sering di rumah. Kalau keluar rumah ya pas salat,” ceritanya.

(did/JPC/pojoksatu)


Feeds