Sugeng: Sejak Awal Saya Usulkan Dadang F1, Saya F2

Sugeng Teguh Santoso

Sugeng Teguh Santoso

POJOKSATU.id, BOGOR – Advokat senior Sugeng Teguh Santoso (STS) menanggapi tertutupnya ruang koalisi antara PDI Perjuangan dan Partai Amanat Perjuangan (PAN) dalam helaran Pilwalkot Bogor 2018.

Menurut Sugeng, sejak awal dia mengusulkan agar Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata (DID) maju sebagai calon Walikota Bogor, bukan malah berhasrat menjadi pendamping calon incumbent Bima Arya Sugiarto.

“Sejak awal saya konsisten agar PDIP memajukan kadernya yaitu Kang Dadang untuk maju jadi F1 dan saya F2-nya,” kata STS,  Kamis (15/12).

Bakal calon walikota yang trend dengan tagline “Sang Pembela” ini menuturkan, konsistensinya mendukung DID melawan Petahana dilakukan sejak seleksi di tingkat DPD maupun di tingkat DPP.

“Saat ditanya tim seleksi di DPD dan DPP saya katakan bahwa PDIP harus memajukan DID untuk walikota dan saya wakilnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Danubrata dipastikan gagal bersanding dengan Bima Arya Sugiarto.

Hal itu terkuak dalam pertemuan tiga kandidat bakal calon walikota Bogor dari PDIP, DID, STS dan Tedy Risansdi di kantor DPC PDIP Kota Bogor, Rabu malam (14/12).

“Berdasarkan keputusan partai, kita akan bertanding untuk melawan petahana,” ujar Dadang Danubrata saat memimpin rapat yang juga dihadiri jajaran pengurus DPC PDIP Kota Bogor.

Dadang mengatakan bahwa tak ada kesepahaman di tingkat DPP PDIP dan PAN. Salah satunya adalah ketidakinginan Amien Rais untuk bersanding dengan partai yang diketua oleh Megawati Soekarno Putri.

“Pak Amien tak mau kadernya bersanding dengan PDI Perjuangan,” ucap Dadang.

(eng/one/pojoksatu)


Feeds