Polisi Diusir Warga karena Razia di Jalan Kampung, Begini Kronologi Sebenarnya

Video saat warga mengusir petugas yang merazia pengendara di jalan kampung di daerah Purwodadi.

Video saat warga mengusir petugas yang merazia pengendara di jalan kampung di daerah Purwodadi.

POJOKSATU.id,GROBOGAN–Video dua anggota polisi Grobogan yang diusir warga saat menggelar razia di jalan kampung yang viral di media sosial, mendapat respon dari Polres Grobogan.

Video yang sempat diunggah di Youtube sekitar sebulan lalu ini, menjadi viral selama dua hari ini. Sebab, dibagikan ke sejumlah medsos seperti Facebook. Bahkan, telah ditonton lebih dari 1 juta kali.

Dari hasil penelusuran, diketahui jika orang-orang yang ada di dalam video itu bukanlah warga sekitar. Mereka ditengarai para pengguna jalan yang terprovokasi untuk mengusir polisi agar razia segera selesai.

Dalam video tersebut, terlihat kerumunan orang yang menghampiri dua polisi lalu lintas dan mengusirnya. Sebab, menggelar operasi tilang di jalan kampung. Untuk menghindari ketegangan, dua polisi itu akhirnya meninggalkan jalan kampung tersebut.

Polres Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano (kanan) didampingi Kasatlantas AKP Panji Gedhe Prabawa menjelaskan video viral kemarin.

”Kami jelaskan kronologi kejadian yang kian berkembang ini. Dua anggota polantas sudah bertugas sesuai dengan prosedur. Setelah kami kroscek, peristiwa itu terjadi sekitar Agustus lalu,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano.

BACA : Razia Pengendara di Jalan Kampung, Dua Polisi Ini Diusir Warga

Dua personel itu, mengikuti kegiatan razia lalu lintas di Bundaran Getas. Saat itu ada informasi dari masyarakat jika para pelanggar lalu lintas menghindari operasi dengan cara melewati jalan kampung.

Lalu perintah dari perwira di lapangan (Kanit Turjawali Ipda Affandi) menempatkan personel di jalan kampung itu untuk menghalau pelanggar lalu lintas.

Menurut warga, orang-orang yang ada dalam video tersebut bukan warga sekitar. Mereka diperkirakan sebagai para pelanggar lalu lintas yang terprovokasi mengusir petugas, supaya operasi segera selesai. ”Saya pastikan mereka bukan warga sini (Grobogan, red),” imbuh Lilik Purnoirawan, 26, warga setempat.

Kasat Lantas Polres Grobogan Akp Panji Gedhe Prabawa menambahkan, operasi yang digelar saat itu bukanlah operasi ilegal.

Petugas yang menggelar operasi sudah dibekali dengan surat perintah dan dipimpin perwira polisi, dalam hal ini Kanit Turjawali Ipda Afandi. Juga dilengkapi papan informasi razia.

”Sesuai undang-undang, polisi berhak melakukan razia di semua jenis jalan. Baik jalan raya maupun jalan kampung. Hanya dua jalan yang tak diperbolehkan, jalan rel dan jalan kabel,” terangnya.

(jpg/ysp/pojoksatu)


loading...

Feeds