Petaka Harta Karun Soekarno Terkuak, Ini Dia Pelaku dan Modusnya

Warga saat hendak mengevakuasi korban yang terjebak dalam lubang galian  untuk mencari harta karun Soekarno di lereng Gunung Jubang Desa Lampeji, Mumbulsari, Jember, Minggu (10/12)

Warga saat hendak mengevakuasi korban yang terjebak dalam lubang galian untuk mencari harta karun Soekarno di lereng Gunung Jubang Desa Lampeji, Mumbulsari, Jember, Minggu (10/12)

POJOKSATU,id-Pelaku peristiwa tewasnya tiga warga yang terjebak dalam lubang galian untuk mencari harta karun Soekarno di lereng Gunung Jubang Desa Lampeji, Mumbulsari, Jember, Minggu (10/12) siang, terkuak.

Setelah melakukan gelar perkara, polisi akhirnya menetapkan seorang tersangka bernama Aji Bagus. Pria asal Banyuwangi itu disangka kuat telah melakukan penipuan pada korban, para pemburu harta karun palsu.

Wakapolres Jember Kompol Edo Satya Kentriko, mengakui sebelumnya telah mengamankan dua orang atas nama Pak Ririn dan Aji Bagus.

Namun hasil gelar perkara, hanya Aji Bagus yang memenuhi unsur penipuan dan yang bersangkutan langsung ditahan. “Sedangkan Pak Ririn, kami perbolehkan pulang,” jelasnya, Selasa (12/12) kemarin.

BACA : Cari Harta Karun Soekarno, Malah Terjebak di Lubang Galian. Tiga Warga Tewas!

Kompol Edo mengungkapkan, kedua pria yang sempat ditahan itu memang tinggal se rumah. Namun, Aji Bagus bukan orang asli Mumbulsari. Melainkan dia hanya menumpang tinggal di rumah Pak Ririn. “Kalau Aji Bagus rumahnya di Banyuwangi,” tuturnya.

Lubang Galian Harta Karun

Lubang galian tempat ritual mencari harta karun Soekarno yang menyebabkan tiga warga tewas.

Pengakuan sejumlah saksi yang diperiksa polisi, hubungan dua keluarga korban dengan Pak Ririn, sudah dekat sejak lama. Bahkan, mereka menuakan Pak Ririn. Saran apa pun yang disampaikan Pak Ririn, selalu dituruti oleh korban.

“Nah entah kenapa, kemudian korban meminta petunjuk ke Pak Ririn, supaya bisa mendapatkan harta yang cepat,” ujarnya.

Karena merasa dituakan, Pak Ririn, kemudian melakukan salat istikharah. Hasilnya, menemukan cahaya yang sangat terang di perbukitan. Kemudian, informasi itu ditangkap Aji Bagus. Bahkan, Aji Bagus yang mengolah bahwa di Bukit Mandigu Mumbulsari, ada harta karun peninggalan Soekarno.

Mendengar ada lempengan besi milik Soekarno senilai Rp200 juta, para korban tergiur dan berusaha melakukan penggalian lubang di tengah gua buatan.

Karena dalamnya galian keluar air, mereka lantas berinisiatif menggunakan mesin penyedot air. “Kemungkinan, asap mesin itu yang membuat korban lemas, sampai meninggal,” jelasnya.

Kata Edo, polisi menemukan sejumlah bukti, tentang tipu daya yang dilakukan Aji Bagus. Bahkan, bukti transfer ATM ke rekening milik Aji Bagus dari korban, sudah diamankan polisi. “Pasal yang kami tetapkan pada tersangka, tentang penipuan,” imbuhnya.

(ysp/pojoksatu)


Feeds