DPR Pelototi Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Dicurigai Langkah Panik Pertamina

Elpiji/ilustrasi

Elpiji/ilustrasi

POJOKSATU,id-Kalangan wakil rakyat curiga kelangkaan elpiji 3 kg berkaitan langkah Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ellia Massa Manik untuk menutupi kondisi perseroan yang sedang tidak sehat.

Dalam pernyataan resmi bulan November lalu, pihak manajemen Pertamina menyatakan kehilangan pendapatan perseroan sebesar Rp 19 triliun untuk periode Januari – September 2017.

“Karena subsidi yang seharusnya diberikan untuk publik tidak dipenuhi, sehingga untuk mengurangi pembengkakan kerugian, maka Pertamina mengurangi barang-barang Subsidi tersebut,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana.

Menurut Azam, Massa Manik perlu segera menjelaskan ke publik tentang kelangkaan elpii 3 kg. Pasalnya, kelangkaan ini telah membuat susah rakyat kecil.

“Jika tidak, ini bukti bahwa tidak ada kepedulian Pertamina kepada rakyat, padahal kehidupan rakyat sudah semakin sulit,: tegas Azam.

Dia juga curiga kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah daerah adalah siasat Pertamina untuk mencabut subsidinya.

“Saya curiga Pertamina sengaja mengurangi suplai elpiji 3 kg sebab pemerintah tidak menambah atau mengurangi subsidi untuk hal tersebut,” jelas Azam.

Azman menilai gejala ini sama seperti skema Pertamina saat mengurangi pasokan BBM jenis premium di SPBU seluruh Indonesia.

Sebelumnya, peneliti Centre Budget Analysis Uchok Sky Khadafi dengan lantang menyatakan bahwa kelangkaan elpiji 3 kg adalah kesalahan Massa Manik dalam memimpin Pertamina.

“Massa Manik harus diganti. Dia tidak bisa mengelola Pertamina dengan baik. Selalu bikin gaduh seperti kasus premium, dan kini elpiji,” tegasnya.

(ysp/pojoksatu)


loading...

Feeds