Pesan Terakhir Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Mengharukan

Panglima Gatot Nurmantyo usai memberikan arahan di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

Panglima Gatot Nurmantyo usai memberikan arahan di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jabatan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo diyakini hanya tinggal menyisakan beberapa pekan saja sebelum akhirnya diganti oleh Marsekal Hadi Tjahjanto.

Karena itu, agenda terakhir Gatot sebagai Panglima TNI, digunakannya untuk sekaligus berpamitan.

Yakni dengan mengunjungi Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta Timur.

Di hadapan prajurit pasukan elite itu, dia menegaskan TNI saat ini menjadi bagian yang terpercaya bagi rakyat Indonesia.

Gatot Nurmantyo Pamit ke Prajurit TNI, Matanya Sempat Berkaca-kaca

Atas pencapaian ini dia mengingatkan para prajurit agar tidak berpuas diri, karena tantangan bangsa terus berubah.

“Situasi ke depan tidak mudah, karena menghadapi tahun politik. Terima kasih kepada rakyat sehingga TNI menjadi institusi terpercaya,” ucap Gatot, Kamis (7/12).

Atas keberhasilan itu tidak sedikit prajurit ditarik untuk memimpin masyarakat dalam ranah politik.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Nyawa pun akan Saya Berikan

“Wajar jika kalian akan ditarik ke ranah politik,” ujar Gatot.

Kendati mendapat hati di tengah masyarakat, Gatot meminta kepada prajuritnya untuk tetap bersikap netral pada pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang. “Ingat TNI harus netral,” tegas Gatot.

Atas ketegasan itu dia mengingatkan prajurit TNI dan Polri hanya boleh melaksanakan politik negara dengan dedikasi sepenuhnya di perjuangkan untuk kepentingan rakyat.

Aneh! Panglima TNI Gatot Nurmantyo Batal Mutasi 85 Perwira, Ada Apa Ini?

“Perintah Presiden, TNI dan Polri politiknya adalah politik negara. Semua didedikasikan untuk NKRI dengan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun,” tegas Gatot.

Untuk menjaga marwah ini, Gatot meminta kepada Polri untuk memberi tahu oknum prajurit TNI terindikasi tidak netral dalam pesta demokrasi agar nantinya bisa diberikan tindakan tegas.

“Sebaliknya, kalau kalian melihat melihat anggota kepolisian tidak netral agar diingatkan,” pinta Gatot.

Kok Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ingin Cepat Pensiun, Ada Apa?

Lebih lanjut, mantan Pangkostrad ini menyampaikan hal itu penting dilakukan untuk menjaga agar pesta demokrasi berjalan kondusif.

“Tujuannya pesta demokrasi berjalan kondusif dan tenang,” tandasnya.

(rdw/JPC/pojoksatu)




loading...

Feedss

Ayu Sekarini Prakoso, anak Yenny Rachman menikah dengan bule Prancis di BaliAyu Sekarini Prakoso, anak Yenny Rachman menikah dengan bule Prancis di Bali

Romantisnya Uluwatu dan Magetan

Oleh: Dahlan Iskan Mumpung edisi minggu. Saya isi dengan hal yang ringan: perkawinan. Baru sekali ini saya menghadiri pesta kawin …