Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Jangan Tinggalkan Saya

Jendral Gatot Nurmantyo

Jendral Gatot Nurmantyo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jabatan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo diyakini hanya tinggal menyisakan beberapa pekan saja sebelum akhirnya diganti oleh Marsekal Hadi Tjahjanto.

Gatot pun menyatakan sudah ingin secepatnya menyerahkan tongkat komando kepada penerusnya demi menjaga stabilitas serta keamanan bangsa dan negara.

Hal itu mengingat Indonesia akan menghadapi gelaran besar beruntun, yakni Pilada 2018, Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.

Meski begitu, Gatot yang dikenal ramah dan low profile ini menegaskan tetap akan mengabdikan jiwa raganya untuk NKRI.

Gatot Nurmantyo Pamit ke Prajurit TNI, Matanya Sempat Berkaca-kaca

Pengabdian itu, kata Gatot, tak sedikitpun akan luntur meski ia sudah menjadi seorang purnawirawan sekalipun.

Pernyataan itu ia sampaikan usai memberikan pengarahan di Markas Komando Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

“Walaupun saya sudah purnawirawan, jangan ragu-ragu apabila ada tugas yang menantang. Jangan tinggalkan saya, saya adalah prajurit komando,” tegasnya.

Pesan Terakhir Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Mengharukan

Kepada para prajurit Kopassus, Gatot mengungkap dalam waktu dekat, komando TNI akan berpindah ke Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Kesempatan itu pun tak disiakannya dengan sekaligus dijadikan Gatot untuk berpamitan.

Tidak hanya kepada Kopassus, mantan KSAD itu berencana berkeliling untuk memohon diri mundur dari jabatan panglima TNI.

“Sampai dengan akhir Maret saya masih prajurit TNI, dan tidak oleh melakukan politik praktis,” ujarnya.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Nyawa pun akan Saya Berikan

Tidak lupa, Gatot juga mengingatkan, TNI saat ini menjadi bagian yang terpercaya bagi rakyat Indonesia.

Atas pencapaian ini dia mengingatkan para prajurit tidak berpuas diri karena tantangan bangsa terus berubah.

“Situasi ke depan tidak mudah, karena menghadapi tahun politik. Terima kasih kepada rakyat sehingga TNI menjadi institusi terpercaya,” jelasnya.

Atas keberhasilan itu, tidak sedikit prajurit ditarik untuk memimpin masyarakat dalam ranah politik.

Aneh! Panglima TNI Gatot Nurmantyo Batal Mutasi 85 Perwira, Ada Apa Ini?

“Wajar jika kalian akan ditarik ke ranah politik,” ujar Gatot.

Kendati mendapat hati di tengah masyarakat, Gatot meminta kepada prajuritnya untuk tetap bersikap netral pada pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang.

“Ingat TNI harus netral,” tegas Gatot.

Atas ketegasan itu dia mengingatkan prajurit TNI dan Polri hanya boleh melaksanakan politik negara dengan dedikasi sepenuhnya di perjuangkan untuk kepentingan rakyat.

Kok Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ingin Cepat Pensiun, Ada Apa?

“Perintah Presiden, TNI dan Polri politiknya adalah politik negara. Semua didedikasikan untuk NKRI dengan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun,” tegas Gatot.

(nes/rm/ruh/pojoksatu)


loading...

Feeds