Klaim Donald Trump Atas Yerusalem, Fadli Zon Kuliahi Presiden Joko Widodo

Fadli Zon (tengah belakang) bersama Setya Novanto saat menghadiri perayaan kemenangan Donald Trump. Foto via youtube

Fadli Zon (tengah belakang) bersama Setya Novanto saat menghadiri perayaan kemenangan Donald Trump. Foto via youtube

POJOKSATU.id, JAKARTA – Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel terus menuai keceman, salah satunya dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli menyebut, tindakan Trump itu bisa merusak upaya mewujudkan perdamaian antara Palestina-Israel.

“Ini sangat provikatif. Bukan hanya merusak perdamaian Palestina-Israel, tapi juga dapat memicu konflik baru di Timur Tengah,” ujar Fadli, Kamis (7/12).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan, Trump memang pernah menjanjikan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel saat masa kampanye pilpres lalu.

Simak, Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel

Selain itu, ada Undang-Undang Kedutaan Yerusalem yang disepakati Kongres AS pada 1995 yang menjadi dasar keputusan Trump.

Akan tetapi, AS semestinya bisa menunda pemindahan duta Kedutaan Besar AS di Tel Aviv itu.

Sebab, AS sendiri menjadi negara yang berperan penting dalam perdamaian Israel-Palestina yang sebenarnya masih memiliki opsi lain.

Presiden Jokowi Akan Hadiri Sidang OKI di Turki, Bahas Yerusalem?

“Inilah yang dijalankan oleh Presiden AS sejak tahun 1995. Bill Clinton, Barack Obama, bahkan George Bush yang sama-sama dari Partai Republik (dengan Trump, red) mengambil opsi ini,” tutur Fadli.

Politisi yang pernah menghadiri perayaan pemenangan Trump di Amerika bersama Setya Novanto itu menyatakan, keputusan Trump justru melanggar konsensus internasional tentang status Kota Yerusalem.

Fadli Zon berselfie dengan pendukung Donald Trump di Trump Tower, Manhattan , New York, Kamis, (3/9/2015) Foto via REUTERS/Lucas Jackson

Ada Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 Tahun 1947 yang menempatkan Yerusalem sebagai wilayah yang seharusnya berada di bawah kewenangan internasional dengan status hukum dan politik yang terpisah.

Yerusalem jadi Ibu Kota Israel, Menag Ajak Umat Muslim Lakukan Ini

Bahkan, hampir seluruh negara-negara besar, termasuk yang dekat dengan AS seperti Inggris, Perancis dan Arab Saudi mendesak agar kebijakan itu dipikirkan ulang.

“Jelas bertentangan. Trump harus memikirkan ulang kebijakannya ini,” lanjutnya.

Karena itu, Fadli juga mengapresiasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang telah memanggil Dubes AS di Jakarta Joseph Donovan untuk meminta penjelasan.

Donald Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Kecaman Ummat Islam Indonesia…

Namun, Fadli juga mendorong Presiden Joko Widodo agar membuat pernyataan yang lebih lugas soal sikap Indonesia atas keputusan Trump.

Bahkan, ia menyarankan Jokowi untuk menemui langsung dan berbicara langsung dengan Trump.

“Indonesia sebagai negara demokrasi muslim terbesar di dunia, memiliki tanggung jawab lebih untuk menyampaikan sikap penolakan tersebut,” tutupnya.

(ara/jpnn/pojoksatu)




loading...

Feedss

messi cadangan, strategi sampaoli, nigeria vs argentina, piala dunia 2018, lionel messi, argentina

Kuda Messi Keledai Emosi

Oleh: Dahlan Iskan Messi itu ibarat kuda sekaligus keledai. Kuda bagi klubnya: Barcelona. Keledai bagi negaranya: Argentina. Itu bukan pendapat …