KPK Tak Bisa Kalahkan Setya Novanto

Setya Novanto saat akan keluar usai pemeriksaan oleh penyidik KPK. Foto via Jawa Pos

Setya Novanto saat akan keluar usai pemeriksaan oleh penyidik KPK. Foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hari ini, Kamis (7/12), sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan kembali digelar.

Sebelumnya, sidang yang diajukan oleh tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto itu sudah ditunda sepekan sebelumnya karena ketidakhadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai termohon.

Koordinator Komite Pemantau Angket KPK (Kompak) Amir Fahrudin menduga, KPK sejatinya tidak punya cukup alat bukti untuk mendakwa Ketua DPR itu.

Hal itu didasarkan pada penetapan tersangka Novanto yang pertama kali dilakukan pada 17 Juli 2017 lalu.

KPK Berani Datang ke Praperadilan Setya Novanto?

Dengan begitu, KPK sebenarnya sudah hampir lima bulan untuk menjerat Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Namun, dengan rentan waktu yang cukup lama itu, KPK masih saja menunda sidang.

ICW: Setya Novanto Masih Bisa Lolos Lewat Praperadilan

“Ini artinya berkas penyidikannya tidak lengkap, alat bukti yang dimiliki tidak cukup sehingga KPK harus mengulur waktu untuk mengejar target,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12).

Pun demikian dengan sidang praperadilan yang diajukan Novanto di PN Jakarta Selatan.

Berkas Dilimpahkan, Praperadilan Setya Novanto Ditentukan Orang Ini

Saat itu, di sidang perdana pada Kamis (30/11) lalu, KPK meminta penundaan sidang selama tiga pekan.

Akan tetapi, hakim tunggal Kusno menolak dan hanya memberikan penundaan sidang selama sepekan saja.

Pelimpahan Berkas Setya Novanto, KPK Tak Bisa Bendung Praperadilan

“KPK saat ini tampak tak siap hadapi sidang Novanto,” katanya.

Hal itu, lanjut Amin, menunjukkan ketidaksiapan lembaga antirasuah itu, terlebih meminta penundaan hingga tiga pekan.

Catat, Ini Jadwal Persidangan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor

“Ini adalah upaya KPK mengulur waktu untuk mengejar target pelimpahan berkas ke pengadilan atau P-21,” jelas Amin.

Amin menilai, hal itu tidak lebih bentuk akal-akalan KPK saja. Sebab, strategi yang sama juga dilakukan saat menghadapi praperadilan mantan Ketua DPD Irman Gusman.

Minggu Depan, Golkar Tentukan Tanggal Pelengseran Setya Novanto

Menurutnya, peluang menangnya Irman dalam sidang praperadilan waktu itu cukup besar.

Akan tetapi, KPK saat itu sampai absen dua pekan berturut-turut. Nah, dalam dua pekan itu, KPK menyerahkan berkas ke pengadilan.

“Sehingga dalam putusan praperadilannya, Irman dikalahkan dengan alasan berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan,” bebernya.

Gak Bisa Jenguk Setya Novanto, Fahri Hamzah: KPK Aneh!

Karena itu, Amin meminta hakim Kusno sebagai hakim tunggal sidang praperadilan Setnov turut mempertimbangkan hal itu.

“Sehingga segera menyidangkan pokok gugatan pra peradilan tersebut dan mengesampingkan dulu pertimbangan alasan P-21 KPK,” tutupnya.

Untuk diketahui, berkas kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto resmi dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilarang Jenguk Setnov, Fahri Hamzah Provokasi Pansus KPK

Mereka pun langsung mengantarnya ke Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan, meski sudah melimpahkan berkas Ketua DPR RI itu, pihaknya tetap akan hadir di preperadilan tersebut.

Alasannya, KPK menghormati proses hukum yang berlaku dan ketetapan hakim pengadilan.

Tak Bisa Jenguk Setnov, Fahri Hamzah Sebut KPK Benci DPR

“Besok kami akan hadir. Tentu kami hormati apa yang sudah ditetapkan hakim di pengadilan,” ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12)

(ruh/pojoksatu)


loading...

Feeds