Hakim Kusno: Praperadilan Setya Novanto Bisa Gugur Sewaktu-waktu

Hakim tunggal sidang praperadilan Setya Novanto, Kusno. Foto via jawapos.com

Hakim tunggal sidang praperadilan Setya Novanto, Kusno. Foto via jawapos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto bisa jadi makin dibuat tak bisa tidur di penjara Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK).

Sebab, sidang praperadilan yang ditempuhnya agar bisa lolos dari jeratan bisa gugur sewaktu-waktu.

Hal itu disampaikan hakim Kusno yang menjadi hakim tunggal dalam sidang praperadilan Ketua DPR RI, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/12).

Menurutnya, hal itu sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi atas gugatan Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP), tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili.

Dalam putusan, lanjut Kusno, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

Eh…Setya Novanto Kirim Surat Minta Perlindungan Presiden Joko Widodo

“Kapan (pemeriksaan pokok perkara) dimulai? itu sejak hakim yang menyidangkan pokok perkara ketuk palu membuka sidang untuk pembacaan surat dakwaan. Kita sepakat seperti itu,” tegas Kusno dalam persidangan.

Dia lantas meminta KPK memberitahukan kapan mereka melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tipikor, termasuk waktu mulainya persidangan.

“Harus disampaikan besok dalam sidang lanjutan praperadilan Novanto. Karena terus terang, pemberitahuan (KPK) penting. Untuk itu kalau sudah ada tolong segera diajukan,” pinta Kusno.

“Supaya apa, ke depan tidak terjadi perdebatan di belakang hari,” lanjut dia.

Untuk diketahui, berkas kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto resmi dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setya Novanto Kirim Surat Minta Bantuan Presiden Joko Widodo, Ini Penampakan Suratnya

Mereka pun langsung mengantarnya ke Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Setelah pelimpahan berkas itu, Novanto kini tinggal menunggu proses peradilan yang sesungguhnya.

Namun dipastikan, proses menuju persidangan itu pun membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Sebab, prosesnya mulai dari penetapan nomor perkara, penevtuan majelis hakim, jadwal persidangan hingga akhirnya gelaran sidang pembacaan dakwaan.

(dna/ce1/jpc/ruh/pojoksatu)




loading...

Feedss