Bank Indonesia Apresiasi Pengungkapan Sindikat Pemalsu Uang Baru di Jakarta dan Jawa Barat

Barang bukti uang baru palu dan peralatan yang disita dari para pelaku. Foto: Firdausi/pojoksatu

Barang bukti uang baru palu dan peralatan yang disita dari para pelaku. Foto: Firdausi/pojoksatu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaendi mengapresiasi pengungkapan sindikat pemalsu uang baru yang dikeluarkan pada 2016 lalu.

Hal itu berkat kinerja Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri yang berhasil menangkap pelaku sindikat pemalsu uang dengan tahun emisi baru.

Kelima sendikat sebagai pengedar, pembuat, hingga pemodal dapat diungkap polisi.

“Beberapa waktu yang lalu Ditipideksus Bareskrim juga mengungkap, bukan pelaku yang sama ya, tapi di tempat lain sampai dengan pemodalnya,” ujar Suhaendi di gedung Bareskrim, kompleks Kementerian KKP, Jakarta, Kamis (7/12).

Menurut Suhaendi, apa yang dilakukan oleh Bareskrim turut mengamankan kredibilitas rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Awas! Uang Baru Sudah Bisa Dipalsu di Jakarta dan Jawa Barat

Oleh karena itu, lanjut Suhaendi, Bank Indonesia memberikan dukungan penuh dalam bentuk informasi, dan proses penindakan penegakan hukum.

“Kami dengan Bareskrim bekerjasama secara erat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, juga ada MOU antara Gurbernur BI dan Kapolri. Ini adalah bentuk yang nyata dari keseharian operasionalnya,” paparnya.

Suhaendi mengaku senang, karena sindikat ini berhasil dibekuk sebelum mengedarkan uang palsu emisi baru ke masyarakat.

Sehingga, belum ada masyarakat yang dirugikan karena adanya uang palsu tersebut.

Sindikat pembuat dan pengedar uang baru palsu digulung polisi. Foto: Firdausi/pojoksatu

Sindikat pembuat dan pengedar uang baru palsu digulung polisi. Foto: Firdausi/pojoksatu

Dalam catatat, pada tahun 2015, ada 21 lembar uang yang diduga palsu dari satu juta uang yang beredar.

Kemudian 2016 turun menjadi 13 lembar per satu juta uang yang beredar.

“Sampai dengan Oktober tahun 2017 ini, hanya tujuh lembar uang palsu dari satu juta uang yang beredar,” jelasnya.

Suhaendi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap peredaran uang palsu.

Cara yang paling mudah untuk membedakan uang asli dan uang palsu ialah dengan cara dilihat, diraba, diterawang (3D).

“Apa yang ditemukan hari ini, dari sisi kualitas pembuatannya ini jauh dibandingkan dengan aslinya. Sehingga dengan mudah masyarakat bisa membedakan mana yang asli dan palsu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri berhasil mengamankan lima orang tersangka pembuat uang palsu, dengan tahun emisi baru.

Mereka berlima diamankan setelah polisi melakukan operasi marathon selama lima hari di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

(fir/pojoksatu)




loading...

Feedss

messi cadangan, strategi sampaoli, nigeria vs argentina, piala dunia 2018, lionel messi, argentina

Kuda Messi Keledai Emosi

Oleh: Dahlan Iskan Messi itu ibarat kuda sekaligus keledai. Kuda bagi klubnya: Barcelona. Keledai bagi negaranya: Argentina. Itu bukan pendapat …