Agar Mudah, Ini Saran Hakim Praperadilan Setya Novanto kepada KPK

Setya Novanto saat akan keluar dari gedung KPK bersama pengacara Fredrich Yunadi. Foto via jawapos..com

Setya Novanto saat akan keluar dari gedung KPK bersama pengacara Fredrich Yunadi. Foto via jawapos..com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto bisa jadi makin dibuat tak bisa tidur di penjara Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK).

Sebab, hakim tunggal praperadlan, Hakim Kusno memberikan saran untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar proses menjadi lebih mudah.

Dalam persidangan di PN Jakarta Selatan itu, Kusno menyarankan KPK untuk tidak membawa bukti yang terlalu banyak dalam persidangan selanjutnya.

Alasannya, waktu persidangan yang sudah sangat mepet.

“Jangan kita dikasih bukti dua meter, kapan bacanya, itu waktunya cuma tujuh hari,” katanya, Kamis (7/12).

Eh…Setya Novanto Kirim Surat Minta Perlindungan Presiden Joko Widodo

Kusno menilai, yang terpenting dalam sidang praperadilan untuk dihadirkan KPK adalah dua alat bukti.

Alat bukti itu harus menegaskan yang membuat Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Dalam praperadilan saya berpendapat, tidak semua bukti pokok diajukan. Yang terpenting berkaitan alat bukti, apakah sudah ada dua alat bukti cukup atau tidak,” jelas Kusno.

Sebelumnya, Kusno juga menyebut gugatan praperadilan Novanto bisa gugur sewaktu-waktu.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi atas gugatan Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP), tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili.

Setya Novanto Kirim Surat Minta Bantuan Presiden Joko Widodo, Ini Penampakan Suratnya

Dalam putusan, lanjut Kusno, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

“Kapan (pemeriksaan pokok perkara) dimulai? itu sejak hakim yang menyidangkan pokok perkara ketuk palu membuka sidang untuk pembacaan surat dakwaan. Kita sepakat seperti itu,” tegas Kusno.

Dia lantas meminta KPK memberitahukan kapan mereka melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tipikor, termasuk waktu mulainya persidangan.

“Harus disampaikan besok dalam sidang lanjutan praperadilan Novanto. Karena terus terang, pemberitahuan (KPK) penting. Untuk itu kalau sudah ada tolong segera diajukan,” pinta Kusno.

“Supaya apa, ke depan tidak terjadi perdebatan di belakang hari,” lanjut dia.

Untuk diketahui, berkas kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto resmi dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hakim Kusno: Praperadilan Setya Novanto Bisa Gugur Sewaktu-waktu

Mereka pun langsung mengantarnya ke Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Setelah pelimpahan berkas itu, Novanto kini tinggal menunggu proses peradilan yang sesungguhnya.

Namun dipastikan, proses menuju persidangan itu pun membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Sebab, prosesnya mulai dari penetapan nomor perkara, penevtuan majelis hakim, jadwal persidangan hingga akhirnya gelaran sidang pembacaan dakwaan.

(dna/ce1/jpc/ruh/pojoksatu)




loading...

Feedss