Catat! Minggu Depan, Golkar Tentukan Tanggal Pelengseran Setya Novanto

Dedi Mulyadi menyalami Idrus Marham usai menyerahkan surat permohonan Munaslub. Foto via Rmol

Dedi Mulyadi menyalami Idrus Marham usai menyerahkan surat permohonan Munaslub. Foto via Rmol

POJOKSATU.id, JAKARTA – Akhirnya, Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menuruti desakan pelengseran Setya Novanto melalui Musyarawah Nasional Luas Biasa (Munaslub).

Setelah sebelumnya bersikukuh hanya akan menunggu hasil praperadilan, plt yang ditunjuk langsung Setnov itu akhirnya menyetujui penyelenggaran munaslub.

Hal itu terungkap usai Idrus menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus daerah yang tergabung dalam Forum Silaturahmi DPD Tingkat I Golkar.

Dalam pertemuan itu, DPP menerima aspirasi munaslub segera digelar.

“Ketua DPD Partai Golkar se-Indonesia yang hadir ada 31 dari 34 Provinsi menyampaikan aspirasi mengusulkan agar diadakan Munaslub Partai Golkar,” ujar Idrus di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Rabu (6/12).

Menurut Idrus, DPP menganggapi dan menghormati permintaan para pengurus DPD tersebut.

Karena itu rapat pleno yang direncanakan digelar minggu depan kemungkinan akan membahas agenda pelaksanaan munaslub.

Idrus menyatakan, pihaknya mengikuti langkah-langkah dan berencana menemui Novanto dalam satu-dua hari ini.

Tujuannya tidak lain untuk menjelaskan kondisi kekinian Golkar.

“Setelah itu minggu depan rapat pleno yang agendanya menentukan tempat dan waktu munaslub yang diproyeksikan Desember ini. Tapi untuk tanggalnya nanti ditentukan rapat pleno,” jelas Idrus.

Saat ditanya bagaimana sekiranya Novanto tidak setuju adanya pelaksanaan munaslub, Idrus tidak ingin berandai-andai.

Dia hanya menyatakan bahwa Golkar merupakan milik rakyat. Karena itu tentu akan memperhatikan aspirasi yang berkembang.

“Tapi sekali lagi, terlebih dahulu dibicarakan dengan Pak Novanto, karena secara yuridis formal beliau kan masih Ketua Umum Golkar. Jadi tunggulah,”

“Kami akan rapat minggu depan (pleno,red), nah sebelum rapat bertemu Pak Novanto, kami usahakan. Kami baru minta izin ke KPK,” pungkas Idrus.

Sebelumnya, Idrus Marham bersikukuh enggan menyelenggarakan munaslub meski terus mendapat desakan dari bawah.

Alasannya, ia hanya akan berpegang pada putusan rapat pleno DPP Partai Golkar sebelumnya yang menyebut baru akan membahas nasib Novanto setelah ada keputusan resmi dari praperadilan.

(gir/jpnn/pojoksatu)



loading...

Feedss