Diam-diam, Airlangga Hartarto Dapat Restu Presiden Lengserkan Setya Novanto

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi dalam diskusi bertajuk ‘Mencari Pemimpin Baru Golkar’ di Kantor Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi dalam diskusi bertajuk ‘Mencari Pemimpin Baru Golkar’ di Kantor Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto kini sudah mendekam di penjara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sudah sudah tiga kali menjalani pemeriksaan.

Namun, bukan Setnov namanya jika tak melakukan perlawanan yakni menempuh jalan melalui sidang praperadilan.

Rencananya, sidang perdana praperadilan Setnov itu akan digelar Kamis (30/11) mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Nah, dengan menyandang status tersangka tersebut, desakan melengserkan Novanto dari jabatannya terus menguat.

Hei Golkar, Pilih Setya Novanto atau Melawan Rakyat!

Partai Golkar pun bak buah simalakama dengan pilihan yang sama-sama sulit.

Melengserkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua DPR RI atau malah melawan rakyat.

Sayangnya, Golkar terkesan lebih memilih mempertahankan Novanto meski kecaman dan desakan makin menguat.

Hakim Praperadilan Diprediksi Bebaskan Setya Novanto, Ini Buktinya

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklaim, pelengseran Novanto itu kini sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo.

Bupati Purwakarta itu juga menyatakan telah mengkonfirmasi adanya pertemuan Airlangga dengan Jokowi kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dedi mengungkap, dalam pembicaraan dirinya dengan Pratikno, presiden mendukung Airlangga maju sebagai kadidat Ketua Umum Partai Golkar.

Sstt…Harta Kekayaan Hakim Praperadilan Setya Novanto Mencurigakan

Hal itu jika Munaslub yang rencananya dilaksanakan setelah ada keputusan dari gugatan praperadilan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

“Pak Pratikno menyatakan bahwa presiden mendukung penuh Pak Airlangga Hartarto untuk maju di Munaslub,” kata Dedi dalam pesan singkat, Minggu (26/11).

Lebih lanjut, Dedi menilai, usulan Munaslub merupakan respon dari pendapat rakyat yang menginginkan adanya pembenahan pada partai berlambang pohon beringin hitam itu.

Otto Hasibuan Tak Bela Setya Novanto di Praperadian

Bahkan, politisi dengan panggilan akrab DM itu dengan tegas juga menginginkan agar ada perubahan besar di internal Golkar.

“Kita ini menangkap aspirasi yang tumbuh di masyarakat untuk melakukan perubahan dari sisi koridor organisasi,” ucap Dedi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyebut sikap Golkar yang terkesan mempertahankan Novanto itu sama saja dengan melawan kehendak rakyat.

Nada Pesimistis, Otto Hasibuan Minta Setya Novanto Realistis di Praperadilan

“Saya kira kita semua tahu, bahwa rakyat hari ini menginginkan Setya Novanto mundur dari posisinya sebagai ketum Golkar dan ketua DPR,” kata Ujang, Minggu (25/11).

Pemberitaan soal Novanto itu, lanjutnya, bak penayangan sinetron berseri yang tak ada habisnya.

Ironisnya, pemberitaan itu bukan bukan mengangkat popularitas Partai Golkar.

Tak Mau Lengserkan Setya Novanto, Golkar Tetap Minta Dihormati

Sebaliknya, merupakan kampanye hitam gratis bagi partai berlambang pohon beringin hitam tersebut.

Nah, Ujang pun menilai, situasi ini seperti Novanto masih memiliki kekuatan untuk melanggengkan kekuasaannya dengan memegang ‘kartu as’ internal partai tersebut.

“Tapi menurut saya dia lebih elok dan negarawan jika rela melepas jabatan yang melekat pada dirinya,” saran dia.

Setya Novanto Minta Perlindungan, Kejagung Ogah

Ujang menambahkan, Novanto sejatinya harus menyadari bahwa kasus hukum yang dihadapinya saat ini membuat citra dan elektabilitas Golkar menukik tajam.

Bahkan, kata Ujang, Novanto semestinya sadar bahwa DPR juga di mata masyarakat bagaikan lembaga legislatif yang tidak lagi mewakili suara rakyat.

“Itu semua karena kasus hukum Novanto saat ini,” tegas Ujang.

(nes/ruh/pojoksatu)



loading...

Feedss