Dukung Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, AAN Ancam KPK

Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto

Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi ternyata memiliki barisan pendukung, yakni Aliansi Advokat Nasionalis (AAN).

Selain memberikan dukungan kepada pengacara tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP itu, AAN juga mengecam tindakan Perhimpunan Advokat Pendukung KPK (PAP-KPK) yang melaporkan Fredrich.

Pendiri AAN, Hudson Markiano menyatakan, tindakan Petrus Selestinus dan Saor Siagian cs itu telah menghancurkan Undang-undang Advokat.

“Aliansi Advokat Nasionalis mengecam oknum Advokat dan LSM yang berusaha menghancurkan UU Advokat,” ujar Hudson Markiano dalam konferensi pers di Park Hotel, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (19/11).

Setya Novanto dan Pengacaranya Dilaporkan, Ini Kasusnya

Selain mengecam tindakan PAP-KPK, AAN juga melancarkan ancaman kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait profesi advokat dalam memberikan pembelaan kepada kliennya.

Karena itu, pihaknya meminta KPK agar tunduk-patuh dan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan UU Advokat.

“KPK jangan coba-coba merendahkan martabat advokat. Jangan coba-coba mengkriminalisasikan advokat. KPK akan berhadapan dengan seluruh advokat dan sarjana hukum Se-Indonesia,” ancamnya.

Setya Novanto dan Pengacaranya Dilaporkan, Fredrich Yunadi: Saya Kebal Hukum

Meski begitu, Hudson tak menjelaskan secara rinci tindakan selanjutnya apa yang akan diambil pihaknya terkait hal itu.

Mereka hanya menyebut merasa terganggu dan terusik ada advokat yang tengah menjalankan tugasnya membela klien malah dilaporkan karena dianggap menghambat atau merintangi penyidikan.

“Ribuan advokat saya kira terusik, akan terganggu menjalankan tugas kita. Bayangkan, jika advokat dalam membela kliennya kemudian dilaporkan ke KPK dan KPK meresponnya,” katanya.

Besok Istri Setya Novanto Dipanggil KPK, Fredrich Yunadi: Datang, Kalau Tidak Sakit

Lebih lanjut Hudson menuding, KPK selama ini telah memperlakukan Setya Novanto yang dalam keadaan sakit dengan sangat tidak adil.

Menurutnya, saat ini KPK malah lebih terfokus untuk membangun opini di tengah publik terkait pengusutan dugaan kasus korupsi e-KTP.

Fredrich Yunadi Sebut Setya Novanto Muntah-muntah dan Tak Stabil, Anda Percaya?

“Mengapa KPK begitu luar biasa memperlakukan Novanto apakah KPK juga melakukan hal yang sama kepada tersangka yang lain,” kecamnya.

Seharusnya, sambung dia, KPK menghormati Novanto yang saat ini dinyatakan sakit dan membutuhkan perawatan medis.

Dirawat, Setya Novanto Dapat Balasan Menohok #SaveBakpao di RSCM

“Kalau (Novanto) dinyatakan sakit, ya dihormati. Bagaimana KPK memaksakan memeriksa seseorang yang sakit?” tutupnya.

(ruh/pojoksatu)




loading...

Feedss