Agung Laksono Ungkap Sinyal Pelengseran Setya Novanto: Akhir Tahun Ini

Agung Laksono bersama Aburizal Bakrie

Agung Laksono bersama Aburizal Bakrie

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Golkar bisa jadi memiliki ketua umum baru di akhir tahun ini untuk menggantikan Setya Novanto yang terbelit kasus dugaan megakorupsi e-KTP.

Sinyal tersebut diungkap Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono yang berharap partai berlambang pohon beringin hitam itu akan menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) di penghujung 2017 ini.

Meski begitu, Agung belum bisa memastikan kapan gelaran Munaslub itu bisa terselenggara.

“Belum diputuskan. Rencananya minggu depan diputuskan,” katanya saat menghadiri pelantikan pengurus Kosgoro Bojonegoro di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Minggu (19/11).

Lengserkan Setya Novanto Sekarang, Kalau Tidak Golkar Tamat!

Dipilihya waktu penghujung 2017 itu, jelasnya, dinilai sebagai waktu yang tepat.

Sebab pada tahun depan, sudah diagendakan Pilkada 2018 yang sekaligus menjadi pemanasan untuk Pemilu 2019 mendatang.

Setya Novanto saat pelantikan pengurus DPD Golkar DI Yogyakarta. Foto via @sn_setyanovanto

Setya Novanto saat pelantikan pengurus DPD Golkar DI Yogyakarta. Foto via @sn_setyanovanto

Selain itu, dengan agenda tersebut, diharapkan bisa sekaligus memutus segala permasalahan yang ada di internal partai.

Tentu saja, salah satunya adalah untuk memilih ketua umum yang baru.

Besok Istri Setya Novanto Dipanggil KPK, Fredrich Yunadi: Datang, Kalau Tidak Sakit

“Ini momen baik. Golkar tampil dipimpin oleh orang yang bersih dan tak punya masalah berdasarkan prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela,” tegas Agung.

Ia menambahkan, selain penyegaran pimpinan di tingkat pusat hingga daerah, Agung juga berharap munculnya generasi muda yang bisa memimpin Partai Golkar.

Sebab, dengan adanya pemimpin dari kalangan generasi muda, diharapkan membawa Golkar lebih percaya diri dan tetap bisa menjadi harapan masyarakat.

Airlangga Hartarto (baju kuning) ketika menghadiri pameran industri keramik.

Airlangga Hartarto (baju kuning) ketika menghadiri pameran industri keramik.

“Kalau bisa (dipimpin) yang lebih muda agar lebih baik. Partai Golkar ini partai terbuka, demokratis dan tidak ada kultus individu. Semuanya berdasarkan sistem,” tutupnya.

Fredrich Yunadi Sebut Setya Novanto Muntah-muntah dan Tak Stabil, Anda Percaya?

Seperti diketahui, desakan pelengseran Setnov kembali menguat usai ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejumlah nama kuat pun bermunculan sebagai calon kuat pengganti Setnov sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Sebut saja tokoh senior Golkar Nurdin Halid, Idrus Marham, Aziz Syamsuddin dan Airlangga Hartarto.

Dirawat, Setya Novanto Dapat Balasan Menohok #SaveBakpao di RSCM

Diantara nama-nama kuat tersebut, Airlangga yang kini menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Jokowi-JK itu dinilai sebagai yang terkuat.

(ruh/pojoksatu)




loading...

Feedss