Ananda Sukarlan WO Saat Pidato Anies Baswedan, Fahira : Ini Termasuk Pembunuhan Karakter

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

POJOKSATU,id-Aksi walk out (WO) yang dilakukan pianis kelas dunia yang juga alumni Kolese Kanisius Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan, terus menuai sorotan.

Tindakan Ananda pada acara penghargaan dalam rangka ulang tahun ke-90 Kolese Kanisius di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara (11/11) itu dinilai sebagai sikap permusuhan terhadap Anies Baswedan.

Seperti yang diketahui, Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu sempat berkompetisi dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Walau saya menyakini aksi WO ini untuk memperlihatkan ketidaksukaan dan cara mereka mengekspresikan rasa permusuhan terhadap Pak Anies, tapi saya berharap warga Jakarta tetap tenang,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris, di Jakarta (15/11).

“Kita yang sudah dewasa dalam berpolitik ngalah saja. Kalau mereka menganggap tidak ada nilai-nilai kebaikan dalam diri Pak Anies, setidaknya kita melihat gubernur kita ini punya komitmen mengembalikan nilai-nilai warga Bukit Duri dan Kampung Akuarium yang sudah dicabut oleh Ahok,” kata Fahira.

Fahira mengungkapkan, tuduhan yang dilontarkan Ananda Sukarlan bahwa Anies Baswedan mendapat jabatannya dengan cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius sebenarnya tuduhan serius dan termasuk pembunuhan karakter.

Bahkan, aksi WO menurut Ananda Sukarlan juga didasarkan dan mengatasnamakan nilai kemanusiaan.


Feeds