Buni Yani Bersalah Divonis Penjara 18 Bulan tapi Tak Ditahan, Bukti Diskriminasi

Buni Yani bersama pengacaranya Aldwin Rahardian. Foto via Rmol

Buni Yani bersama pengacaranya Aldwin Rahardian. Foto via Rmol

POJOKSATU.id, JAKARTA – Vonis bersalah dan penjara satu tahun enam bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim kepada Buni Yani tak disertai dengan penahanan.

Pembacaan vonis itu sendiri diketok Ketua Majelis Hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Bandung, Selasa (14/11).

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana informasi transaksi elektronik (ITE),” kata Hakim M Sapto.

Keluarkan Jurus Andalan, Buni Yani Sumpah-Laknati Hakim

Sapto menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.

“Menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara,” lanjutnya.

Bersalah, Dihukum 1 Tahun 5 Bulan, Buni Yani Kok Gak Ditahan?

Akan tetapi, majelis hakim memutuskan tak perlu dilakukan penahanan terhadap Buni.

“Tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” kata hakim.

Bersalah, Dihukum 1 Tahun 5 Bulan, Buni Yani Gak Terima

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Guntur Romli pun langsung menanggapi putusan hakim tersebut.

Menurutnya, putusan yang tak disertai penahanan itu adalah sebuah putusan yang menggelikan.


Feeds